Connect with us

Politik

Prabowo Siapkan Rp2 Miliar untuk Bangun 200 Sumur Bor Atasi Karhutla Kalteng

Prabowo menyetujui anggaran Rp2 miliar untuk 200 sumur bor guna menangani karhutla di Kalimantan Tengah. Pemerintah juga menyiapkan 200 pompa air.

Actress 1299250

Published

on

Prabowo Keluarkan Rp2 Miliar untuk Sumur Bor Guna Tangani Karhutla
Rapat pembahasan mengenai perkembangan karthutla. Gambar: YouTube/Sekretariat Presiden

MPN Indonesia 14 Oktober 2026 - Presiden Prabowo Subianto menyetujui anggaran sebesar Rp2 miliar untuk membangun 200 titik sumur bor guna menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Dana tersebut disiapkan setelah Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin melaporkan keterbatasan sumber air dan peralatan pemadaman di lapangan.

“Rp10 juta per titik? Oke saya kirim Rp2 miliar, 200 titik,” kata Prabowo saat menanggapi laporan kebutuhan pengeboran dikutip MPN Indonesia dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (14/10).

Prabowo Subianto Siapkan 200 Sumur Bor dan Pompa Air

Zainul menjelaskan bahwa petugas membutuhkan tambahan pompa air berukuran kecil atau alkon untuk menjangkau lokasi kebakaran.

Menurut Zainul, sebagian peralatan yang sebelumnya diberikan masih digunakan untuk proses pendinginan di beberapa titik.

Sementara itu, jumlah titik panas dan lokasi kebakaran terus bertambah.

“Karena memang mobil itu tidak bisa masuk, kita hanya kekurangan pompa-pompa kecil Bapak. Karena yang sudah dibantu Bapak yang waktu yang lalu, itu sudah dipakai dan masih dipakai di untuk pendinginan di beberapa tempat,” jelas Zainul.

Selain pompa air, pembahasan berlanjut pada kebutuhan pengeboran untuk menyediakan sumber air baru.

Zainul menyampaikan bahwa biaya pembuatan satu lubang bor di Kalimantan Tengah mencapai sekitar Rp10 juta.

“Satu lubang bor berapa biaya untuk bayar upahnya?” tanya Prabowo.

“Kalau biaya itu di lokasi di daerah sini kurang lebih Rp 10 juta Bapak, per titik Bapak,” jawab Zainul.

Kebakaran Hutan di Tanjung Puting Capai 513,89 Hektare

Penanganan kebakaran hutan menjadi salah satu pembahasan dalam rapat tersebut, terutama di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Baca Juga:  Prabowo Dapat Gelar The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda dari Raja Yordania

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luas lahan terbakar di kawasan tersebut mencapai sekitar 513,89 hektare.

Operasi pemadaman melalui udara masih terkendala asap pekat yang menyebabkan jarak pandang terbatas.

Kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran saat ini bertumpu pada Satuan Tugas (Satgas) Darat.

“Itu lokasinya memang sangat terpencar Bapak. Sangat terpencar wilayahnya, dan wilayahnya rawa, kemudian bukan hanya orang utan saja Bapak yang ada di dalam, itu masih banyak binatang-binatang buas Bapak. Oleh karena itu memang ini menjadi perhatian sendiri Bapak, untuk masuk ke sana itu mesti hati-hati,” papar Zainul.

Untuk menjangkau sumber air di kawasan rawa, petugas juga membutuhkan peralatan pengeboran.

Kebutuhan alat tersebut mencakup kemampuan mengebor hingga kedalaman sekitar 10–15 meter.

(AKM/NID/RAD) 

Trending