Connect with us

Politik

Pramono Anung akan Evaluasi Ganjil-Genap usai Pembangunan Jalur MRT ke Kota Selesai

Pramono Anung belum akan mencabut ganjil genap Jakarta sebelum MRT mencapai Kota Tua. Pembangunan jalur tersebut ditargetkan rampung pada 2029.

Actress 1299250

Published

on

Pramono Anung Putuskan Evaluasi Ganjil Genap usai MRT ke Kota Selesai
Pramono Anung Putuskan Evaluasi Ganjil Genap usai MRT ke Kota Selesai. Gambar: Instagram/@pramonoanungw

MPN Indonesia 14 Oktober 2026 - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan mengevaluasi kelanjutan kebijakan ganjil genap setelah pembangunan MRT Jakarta mencapai kawasan Kota Tua.

Pramono menyampaikan hal itu di Balai Kota Jakarta, Senin (12/10). Menurutnya, pencabutan pembatasan kendaraan sebelum proyek rampung berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.

“Setiap waktu pertanyaannya adalah, apakah kebijakan ganjil genap masih dipertahankan atau tidak? Tentunya kalau saya jawab sekarang, saya tidak melihat kenyataan yang ada,” kata Pramono dalam keterangannya pada Senin (12/10).

Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih mempertimbangkan kondisi transportasi sebelum mengambil keputusan.

Ia belum memastikan kapan aturan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat tersebut akan dicabut.

“Begitu saya cabut kebijakan ini, ternyata belum selesai sampai dengan Kota Tua, pasti lalu lintas ataupun transportasinya juga terganggu,” ujar Pramono.

Pramono Anung Tunggu Pembangunan MRT hingga Kota Tua Rampung

Pemprov DKI Jakarta masih melanjutkan pembangunan MRT jalur Utara-Selatan yang direncanakan menghubungkan Pondok Labu hingga Kota Tua.

Pengembangan jaringan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kelanjutan aturan ganjil genap di Jakarta.

Pramono berharap jalur MRT dapat mencapai kawasan Harmoni dan Monas pada 2027.

Sementara itu, pembangunan jaringan hingga kawasan Kota Tua ditargetkan selesai pada 2029.

“Mudah-mudahan tahun depan ini akan selesai sampai dengan Harmoni, Monas di tahun 2027 ini,” kata Pramono.

Pramono menyampaikan bahwa penyelesaian proyek tersebut berkaitan dengan perubahan kondisi jalan di sekitar lokasi pembangunan.

Ia memperkirakan kemacetan akibat pengerjaan proyek dapat berkurang setelah pembangunan jalur MRT selesai.

Baca Juga:  Pramono Anung Lantik 2.703 PPPK Tahap I di Balai Kota Jakarta

Berdasarkan laporan Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat, kemacetan di sekitar Monas dan Kota Tua diperkirakan mulai berkurang pada 2027.

Kondisi tersebut berkaitan dengan perkembangan pembangunan MRT di sepanjang jalur tersebut.

Kebijakan Ganjil Genap di Gajah Mada dan Hayam Wuruk Dikaji

Selain menunggu penyelesaian jalur MRT, Pemprov DKI Jakarta juga tengah mengkaji pengaturan kendaraan di sejumlah ruas jalan.

Kajian tersebut dilakukan karena pembangunan transportasi massal memengaruhi kondisi jalan yang dilalui kendaraan.

“Karena memang beberapa ruas sekarang ini terdampak, misalnya seperti Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan sebagainya. Sedang kita kaji untuk segera diputuskan,” kata Pramono.

Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan perubahan kondisi jalan setelah proyek transportasi tersebut selesai.

Pramono juga menyampaikan rencana pengembangan jaringan transportasi publik lainnya.

Salah satunya adalah kelanjutan pembangunan LRT dari Kelapa Gading menuju Manggarai hingga Dukuh Atas pada 2028.

 (AKM/NID/RAD) 

Trending