Berita
BNPB: Anak Krakatau, Merapi, dan Semeru Siaga Level III, Warga Diimbau Jaga Jarak Radius 5 km
BNPB menyebut Anak Krakatau, Merapi, dan Semeru berstatus Siaga Level III. Masyarakat diminta menjauhi zona bahaya aktivitas vulkanik.
MPN Indonesia 31 Oktober 2026 - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan tiga gunung api berstatus Level III (Siaga) berdasarkan pemutakhiran data Jumat (30/10).
Ketiga gunung tersebut adalah Gunung Anak Krakatau, Gunung Merapi, dan Gunung Semeru.
BNPB mengimbau masyarakat menjauhi kawasan berbahaya sesuai radius yang ditetapkan untuk mengurangi risiko bencana alam akibat aktivitas vulkanik.
“Kami ingin menyampaikan juga bahwa ada tiga gunung saat ini yang statusnya siaga tiga atau status siaga, di mana yang pertama Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, kemudian Gunung Merapi di antara Jogja maupun Jawa Tengah, serta Gunung Semeru di Jawa Timur di Kabupaten Lumajang maupun Malang,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dikutip MPN Indonesia dari YouTube BNPB Indonesia, Sabtu (31/10).
BNPB menyampaikan rekomendasi pembatasan aktivitas berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Setiap gunung memiliki wilayah bahaya dan potensi ancaman yang berbeda.
Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 5 km Gunung Anak Krakatau
BNPB melarang masyarakat, wisatawan, dan pelaut mendekati kawasan gunung krakatau dalam radius bahaya 5 kilometer.
Potensi ancaman aktivitas vulkanik di kawasan ini meliputi:
- Aliran lava.
- Lontaran batu pijar.
- Hujan abu lebat.
- Erupsi sekunder.
masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawah aktif serta wilayah pulau baru dalam radius 1 kilometer.
BNPB juga meminta masyarakat menghindari zona bahaya wisata dan mengikuti arahan resmi PVMBG maupun BPBD.
Warga Diminta Waspadai Awan Panas dan Lahar Hujan di Gunung Merapi
Berdasarkan pemutakhiran data, radius bahaya Gunung Merapi mencapai 3 kilometer.
Potensi ancamannya meliputi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lontaran material vulkanik.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai bahaya lahar hujan saat terjadi hujan deras.
“Untuk Gunung Merapi, kami mengimbau ada waspada bahaya lahar hujan di alur sungai di saat hujan deras serta awan panas guguran yang berpotensi dapat terjadi sewaktu-waktu,” imbuhnya.
Masyarakat diminta menghindari kawasan aliran sungai yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik, yaitu:
- Sungai Boyong.
- Sungai Bedog.
- Sungai Krasak.
- Sungai Bebeng.
- Sungai Woro.
- Sungai Gendol.
Gunung Semeru Siaga, Aktivitas di Besuk Kobokan Dibatasi hingga 13 km
BNPB juga mencantumkan Gunung Semeru berada pada radius bahaya 5 kilometer serta pembatasan aktivitas di sejumlah kawasan aliran sungai.
Potensi ancaman erupsi gunung tersebut meliputi awan panas guguran, lava, lontaran batu pijar, dan lahar hujan.
Masyarakat diminta menghindari sektor tenggara, khususnya kawasan berikut:
- Besuk Kobokan.
- Besuk Bang.
- Besuk Kembar.
- Besuk Sat.
BNPB juga meminta masyarakat menghindari aktivitas sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, warga diimbau menjaga jarak aman 500 meter dari sempadan sungai.
“Untuk Gunung Semeru, kami juga memberikan rekomendasi atau imbauan di mana hindari aktivitas sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km serta radius 500 meter dari sempadan sungai,” pungkas Berton.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi3 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi1 week agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
