Connect with us

Berita

Pantai Ancol Dilanda Banjir Rob, Tembok Pembatas Bocor Nyaris Roboh

Banjir rob melanda Pantai Ancol dan 9 wilayah pesisir lainnya di Jakarta Utara. BPBD mengeluarkan peringatan dini hingga 20 Desember 2024.

Pexels photo

Published

on

Pantai Ancol Dilanda Banjir Rob, Tembok Pembatas Bocor Nyaris Roboh
Pantai Ancol Dilanda Banjir Rob, Tembok Pembatas Bocor Nyaris Roboh. Gambar: CNBC Indonesia/Tri Susilo

MPN Indonesia 17 Desember 2024 - Kawasan wisata Pantai Ancol di Jakarta mengalami banjir rob, memicu kekhawatiran warga mengenai kondisi tembok pembatas yang nyaris roboh.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait banjir rob di sepuluh wilayah utara Jakarta yang berlaku hingga 20 Desember 2024.

Peringatan Dini Banjir Rob

Banjir rob di Pantai Ancol dipicu oleh fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama dan Perigee, yaitu posisi terdekat bulan dengan bumi.

Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa kondisi ini meningkatkan ketinggian air laut sehingga menyebabkan banjir pesisir atau banjir rob di beberapa wilayah Jakarta Utara.

“Peringatan dini banjir pesisir (rob) berlaku sejak 11 hingga 20 Desember 2024,” ujar Isnawa Adji.

Isnawa menambahkan bahwa warga di sepuluh wilayah pesisir Jakarta, termasuk Ancol, diminta untuk waspada terhadap peningkatan ketinggian air laut.

Adapun wilayah terdampak antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, dan Muara Angke.

Respons Warganet

Fenomena banjir rob ini tidak hanya menimbulkan genangan air tetapi juga memunculkan kekhawatiran terkait infrastruktur di kawasan pesisir.

Akun media sosial @medsos_rame turut mengunggah situasi tersebut, memperlihatkan kondisi Pantai Ancol yang terdampak.

“Air laut semakin meninggi, warga merasa was-was,” tulis akun tersebut dalam unggahan pada Senin (16/12).

Postingan ini mendapat respons cepat dari warganet dengan ratusan komentar.

Sebagian warganet menyoroti pembangunan masif di kawasan pesisir Jakarta dan gaya hidup masyarakat yang dinilai kurang peduli lingkungan sebagai salah satu penyebab banjir rob.

Baca Juga:  Ciledug Diterjang Banjir, Banyak Akses Jalan Terputus

Tak sedikit pula yang menyebut kejadian ini semakin memperkuat alasan pemindahan ibu kota negara ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Penyebab Fenomena Banjir Rob

Menurut BPBD, fenomena banjir rob yang terjadi di Pantai Ancol dan wilayah pesisir Jakarta dipengaruhi oleh faktor alam, terutama siklus pasang maksimum air laut.

Fenomena ini terjadi akibat kombinasi Bulan Purnama dan Perigee yang meningkatkan daya tarik gravitasi bulan terhadap air laut.

“Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut, menyebabkan banjir rob di wilayah pesisir,” jelas Isnawa Adji.

Dalam upaya mitigasi, BPBD Jakarta mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan kondisi gelombang air laut melalui situs resmi BPBD di bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut.

Informasi ini penting agar warga dapat mengantisipasi potensi dampak lebih lanjut dari banjir rob.

Mitigasi dan Langkah Antisipasi

BPBD terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi banjir rob.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman serta mengikuti informasi terkini terkait kondisi pasang air laut.

Trending