Connect with us

Berita

Pengacara di Bone Tewas Ditembak Pakai Senapan Angin, Kakak Ungkap Korban sedang Menangani Kasus Hukum

Pengacara Rudi S Gani tewas ditembak orang tak dikenal di Bone saat malam pergantian tahun.

Actress 1299250

Published

on

Pengacara di Bone Tewas Ditembak Pakai Senapan Angin, Kakak Ungkap Korban sedang Menangani Kasus Hukum
Pengacara di Bone Tewas Ditembak Pakai Senapan Angin, Kakak Ungkap Korban sedang Menangani Kasus Hukum. Gambar: Tribun Makassar

MPN Indonesia 3 Januari 2025 - Seorang pengacara, Rudi S Gani (49), tewas setelah ditembak oleh orang tak dikenal di Desa Pattuku Limpoe, Kecamatan Lappariaja, Bone.

Peristiwa yang terjadi pada malam pergantian tahun ini mengejutkan keluarga korban dan masyarakat setempat.

Hingga kini, penyelidikan atas kasus pembunuhan tersebut terus dilakukan oleh kepolisian.

Kronologi Kejadian

Rudi S Gani ditembak saat sedang makan bersama istrinya di kediamannya di Bone.

Menurut anak tiri korban, Andi Surya Atma Pegestu, insiden itu terjadi tiba-tiba ketika keluarga tengah berkumpul merayakan malam tahun baru.

“Bapak langsung ditembak kena mukanya. Kami tidak melihat siapa yang melakukan penembakan itu,” ujar Surya (1/1).

Ia menjelaskan bahwa lokasi depan rumah korban berbatasan langsung dengan area hutan, tempat yang diduga menjadi posisi pelaku saat melepaskan tembakan.

Setelah insiden, korban segera dilarikan ke Puskesmas Lapri, namun nyawanya tidak tertolong.

Kasus yang Sedang Ditangani Korban

Kakak korban, Mahis Gani, mengungkap bahwa sebelum kejadian, Rudi sempat menangani beberapa kasus hukum.

Ia mendampingi kliennya dalam proses hukum di Polres Gowa dan Polres Bone, sebagaimana terlihat dari status WhatsApp korban yang terakhir kali memperlihatkan aktivitasnya.

“Dia tulis di hashtag-nya bahwa otw Polres Kabupaten Bone,” ungkap Mahis dalam wawancara (2/1).

Hal ini mengindikasikan bahwa korban masih aktif menangani kasus kriminal hingga waktu dekat sebelum penembakan terjadi.

Hasil Pemeriksaan Forensik

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulawesi Selatan mengonfirmasi bahwa korban ditembak menggunakan senapan angin, bukan senjata api.

Proyektil peluru ditemukan bersarang di tulang leher korban setelah menembus pipi kanannya.

Baca Juga:  Pejabat MA Dihukum 16 Tahun Bui usai Timbun Rp1 Triliun, ICW: Kurang Rasional

“Hasil autopsi menunjukkan adanya benda yang masuk dari pipi kanan bawah mata, kemudian bersarang di tulang leher,” ujar Kombes Didik Supranoto, Kabid Humas Polda Sulsel pada Kamis (2/1).

Hasil ini diperoleh setelah proyektil peluru diangkat dan diperiksa di laboratorium forensik.

Penyelidikan dan Upaya Pengungkapan Kasus

Polda Sulsel bersama Polres Bone telah memeriksa lebih dari sebelas saksi terkait kasus ini.

Proses penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan apakah penembakan tersebut dilakukan secara terencana atau merupakan tindakan spontan.

“Sementara proses penyidikan berjalan, nanti hasilnya akan menentukan apakah itu direncanakan atau tidak,” kata Didik.

Ia juga menyampaikan bahwa tim Resmob dan kepolisian setempat masih berada di lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti tambahan.

Keluarga korban, yang sangat terpukul atas kejadian ini, berharap polisi dapat segera mengungkap pelaku di balik pembunuhan tersebut.

“Kami yakin pihak kepolisian akan bekerja secara profesional dan menemukan pelaku yang merenggut nyawa adik kami,” ujar Mahis.

Mahis menambahkan bahwa jenazah Rudi telah diautopsi di RS Bhayangkara Polri Makassar dan kemudian diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

Trending