Berita
Ayah di Pemalang Ketipu Calo Rp900 Juta usai 2 Anaknya Dijanjikan jadi Polisi, Pelaku Akui Uangnya Kepake Judol
Suratmo (57) menjadi korban penipuan hingga kehilangan uang Rp900 juta setelah dijanjikan kedua putranya akan diterima sebagai Bintara polisi.
MPN Indonesia 4 Januari 2025 - Suratmo (57), warga Kelurahan Pelutan, Pemalang, Jawa Tengah, menjadi korban penipuan hingga kehilangan uang Rp900 juta setelah dijanjikan kedua putranya akan diterima sebagai Bintara polisi.
Saat itu, kedua putranya, Sutirto dan Muhammad Syukur, berminat mendaftar sebagai Bintara melalui Polres Pemalang.
Informasi mengenai “jalur cepat” ini diterima dari WH, kenalan Suratmo yang memiliki anak anggota Polres Pemalang berinisial WT.
Saat itu Suratmo melihat foto WT yang menggunakan seragam polisi dan mengatakan jika ia sangat sedih, pasalnya sang anak selalu gagal masuk jadi Bintara.
“Saya tanya, ‘Pak anak saya pengin jadi polisi’. Terus ditanya, ‘lha sampeyan anake pingin jadi polisi punyanya apa?’ Sawah, pekarangan, dijual untuk ongkos biar uripe seneng (hidupnya bahagia),” kata Suratmo.
Jual Sawah demi “Jalan Cepat” Jadi Polisi
Demi mengejar peluang tersebut, Suratmo menjual sawah milik keluarganya seluar 2,6 ribu meter persegi dan laku Rp1 miliar lebih Rp400 ribu.
Suratmo lalu menyerahkan uang Rp900 juta secara bertahap. Pertama Rp75 juta, lalu Rp275 juta, dan Rp500 juta dilakukan dengan transfer, dan terakhir Rp50 juta.
“Tidak semuanya langsung diserahkan. Tapi minta apalah namanya DP di waktu berdekatan, ada yang alasannya Pak Kapolres mau pulang kampung, terus kakaknya hajatan, terus terakhir disuruh Polda untuk menggenapi Rp 900 juta,” ujar Suratmo.
Uang Tak Dikembalikan gegara Judi Online
Dalam perjanjian, Suratmo mengatakan jika uang tersebut dijanjikan akan dikembalikan sepenuhnya jika anak-anaknya gagal dalam seleksi.
Namun kenyataannya, setelah kedua putranya tidak lolos, Suratmo mendapat pengakuan mengejutkan, uangnya telah habis digunakan untuk judi online.
Kini Suratmo telah melaporkan kasus ini ke Propam Polres Pemalang dan Polda Jawa Tengah.
Menurut keterangan dari Humas Polres Pemalang, kasus tersebut sudah ditangani penyidik dan Propam, bahkan berkasnya disebut telah dilimpahkan ke kejaksaan.
Kapolres Pemalang, AKBP Eko Sunaryo membenarkan bahwa anggota kepolisian yang terlibat telah diproses hukum.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
