Connect with us

Berita

Modus Ritual Mandi Suci, 10 Mahasiswa Dicabuli Dosen Pria di Mataram

Dosen berinisial LR di NTB dilaporkan atas dugaan kekerasan seksual terhadap 10 mahasiswa dan alumni dengan modus ritual agama.

Logompn

Published

on

Modus Ritual Mandi Suci, 10 Mahasiswa Dicabuli Dosen Pria di Mataram
Modus Ritual Mandi Suci, 10 Mahasiswa Dicabuli Dosen Pria di Mataram. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 31 Desember 2024 - Seorang dosen pria berinisial LR, yang mengajar di beberapa perguruan tinggi di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan atas dugaan pencabulan terhadap 10 mahasiswa.

Dugaan kejahatan seksual ini dilakukan dengan modus ritual agama, yang dikemas dalam konsep “mandi suci” untuk transfer ilmu.

Laporan pertama diajukan pada Kamis (26/12), dan saat ini kasus kriminal tersebut sedang dalam penyelidikan kepolisian.

Modus Operandi Pelaku

Menurut Ketua Koalisi Stop Kekerasan Seksual NTB, Joko Jumadi, LR menggunakan dalil agama untuk mendekati para korban.

Pelaku meyakinkan mahasiswa bahwa mereka perlu menjalani ritual “mandi suci” untuk penyucian diri.

Dalam proses tersebut, pelaku diduga melakukan tindakan pelecehan seksual, termasuk memegang dan memainkan alat kelamin korban.

Korban pertama yang melapor ke polisi didampingi oleh Koalisi Stop Kekerasan Seksual NTB.

“Modus pelaku memakai dalil dan ayat-ayat suci, dia mendekati korban melalui diskusi agama,” ungkap Joko.

Laporan Korban dan Respons Warga

Hingga kini, baru satu laporan resmi yang diterima oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB.

Namun, Ketua DPD Sasaka Lombok Barat, Sabri, yang turut mendampingi korban melapor, mengkhawatirkan jumlah korban dapat terus bertambah.

“Kami mendesak pelaku segera ditahan untuk mencegah terulangnya kasus serupa,” tegas Sabri.

Sabri juga mengungkapkan bahwa beberapa warga sempat berencana membawa pelaku ke kantor polisi secara langsung.

Namun, hal itu tidak dilakukan demi menghindari tindakan di luar hukum.

“Kami mencoba meredam kemarahan warga dan fokus pada proses hukum,” tambahnya.

Lingkungan dan Lokasi Kejadian

Kasus kekerasan seksual ini terjadi dalam berbagai lingkungan, termasuk rumah pribadi pelaku dan komunitas tempat LR pernah berpartisipasi.

Baca Juga:  Restorative Justice Dinilai Relevan untuk Tangani Kasus Kekerasan Antar Anak

Menurut Joko, LR memiliki reputasi sebagai tokoh agama yang dihormati, yang digunakan untuk mendapatkan kepercayaan korban.

Beberapa korban melaporkan bahwa tindakan pelecehan terjadi di rumah pelaku.

LR diketahui memiliki gelar akademik dalam bidang agama, yang membuatnya lebih mudah meraih kepercayaan korban.

Meski demikian, hingga kini, belum ada bukti kuat terkait dugaan pelaku terlibat dalam jaringan gay, meskipun isu tersebut sempat mencuat di masyarakat.

Proses Hukum dan Tindak Lanjut

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Syarif Hidayat, memastikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan awal berdasarkan laporan korban pertama,” ujar Syarif.

Koalisi Stop Kekerasan Seksual NTB juga mengungkapkan bahwa jumlah korban kemungkinan akan bertambah, seiring adanya mahasiswa lain yang mengaku pernah menjadi korban.

“Kami terus menerima pengakuan dari mahasiswa lain,” kata Joko.

Selain itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTB, AKBP Muhammad Kholid, menyatakan bahwa pemeriksaan awal telah dilakukan oleh penyidik.

Namun, laporan tambahan masih ditunggu untuk memperkuat proses hukum terhadap pelaku.

“Harapan kami, kasus ini diproses hukum secara tuntas,” pungkas Sabri.

Trending