Connect with us

Berita

Penumpang Pesawat Batik Air Diturunkan Paksa karena Tolak Pakai Seat Belt

Seorang penumpang Batik Air Malaysia dan anaknya diturunkan paksa dari penerbangan Hanoi-Kuala Lumpur setelah menolak memakai sabuk pengaman.

Pexels photo

Published

on

Penumpang Pesawat Batik Air Diturunkan Paksa karena Tolak Pakai Seat Belt
Penumpang Pesawat Batik Air Diturunkan Paksa karena Tolak Pakai Seat Belt. Gambar: Kolase Tangkapan Layar TikTok/@monkueen

MPN Indonesia 9 Januari 2025 - Seorang penumpang Pesawat Batik Air Malaysia diturunkan secara paksa bersama anaknya dari penerbangan rute Hanoi-Kuala Lumpur pada Minggu (5/1).

Insiden ini terjadi setelah penumpang tersebut menolak memakai sabuk pengaman (seat belt) saat pesawat bersiap untuk lepas landas.

Kejadian ini viral di media sosial, salah satunya yang diunggah di akun TikTok @monkueen.

“Ga pernah nyangka selama ini cuma nonton di tiktok2. Eh kejadian sndiri. Begini toh rasanya,” tulis keterangan unggahan tersebut.

Kronologi Kejadian

Menurut Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, insiden bermula ketika awak kabin melakukan pemeriksaan keselamatan sebelum lepas landas.

“Awak kabin melaksanakan prosedur pemeriksaan keselamatan sebelum lepas landas (cek kondisi kabin), sebagaimana protokol yang telah ditetapkan. Selama pemeriksaan tersebut, awak kabin menemukan seorang pelanggan yang tidak mengikuti aturan keselamatan karena tidak mengenakan sabuk pengaman,” ujar Danang pada Selasa (7/1).

Salah satu penumpang, yang merupakan seorang ibu, menolak untuk memasang sabuk pengaman pada anaknya.

Meski telah diberi arahan oleh awak kabin sesuai protokol keselamatan, penumpang tersebut tetap bersikeras tidak mematuhi aturan.

Penolakan ini memicu perdebatan antara penumpang dan awak kabin, seperti terlihat dalam video yang diunggah di media sosial TikTok dan Instagram.

Dalam video tersebut, ibu tersebut menolak keras instruksi pramugari, bahkan setelah seorang penumpang dari kelas bisnis menawarkan untuk menukar kursinya dengan kursi anak tersebut.

Tawaran itu ditolak oleh sang ibu yang merasa tersinggung dengan sikap pramugari.

Karena situasi tidak kunjung terselesaikan, penerbangan terpaksa ditunda selama satu jam.

Pihak maskapai kemudian memanggil petugas keamanan bandara untuk mengeluarkan ibu dan anak itu dari Pesawat Batik Air.

Baca Juga:  Anggota DPRD Kendari Tertangkap Kamera sedang Ngevape saat RDP

Keputusan ini mendapat dukungan dari penumpang lain yang sudah menunggu keberangkatan.

Pentingnya Mematuhi Aturan Keselamatan Penerbangan

Danang menegaskan bahwa tindakan awak kabin dilakukan untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang.

Penumpang yang menolak memakai seat belt dianggap melanggar instruksi awak kabin, yang secara resmi dikategorikan sebagai “Inappropriate Behaviour to Cabin Crew.”

“Batik Air Malaysia senantiasa menjalankan operasional penerbangan sesuai dengan peraturan yang berlaku, dengan selalu mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh pelanggan,” kata dia.

“Oleh karena itu, penumpang tersebut bersama satu pendampingnya diminta untuk turun dari pesawat sebelum penerbangan dimulai,” tambahnya.

Dalam pernyataannya, Danang menjelaskan bahwa sabuk pengaman berfungsi melindungi penumpang dari risiko cedera, terutama selama momen kritis seperti lepas landas, pendaratan, atau turbulensi.

Sabuk pengaman juga membantu menjaga keseimbangan pesawat dengan memastikan penumpang tetap duduk stabil di kursi mereka.

Hal ini penting untuk mencegah pergerakan penumpang yang dapat memengaruhi stabilitas Pesawat Batik Air, terutama saat take-off dan landing.

Tindakan Maskapai

Batik Air Malaysia, sebagai bagian dari maskapai penerbangan sipil internasional, berkomitmen untuk mematuhi aturan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Maskapai ini mengutamakan keselamatan dan kenyamanan semua penumpang dalam setiap operasional penerbangan.

Oleh karena itu, penumpang yang tidak mematuhi aturan keselamatan dapat dikenakan tindakan tegas, termasuk diminta turun dari Pesawat Batik Air.

Danang juga mengingatkan pentingnya kerja sama penumpang dalam mengikuti instruksi awak kabin.

Hal ini tidak hanya untuk menjaga keselamatan pribadi tetapi juga kenyamanan seluruh penumpang dalam penerbangan.

Trending