Connect with us

Berita

Orang Tua di Kendari Keroyok Guru Usai Diduga Lecehkan Siswa dengan Modus Cek Suhu Badan

Seorang guru SD di Kendari dikeroyok orang tua murid usai dituduh melakukan pelecehan. Kasus ini kini dalam penyelidikan polisi.

Actress 1299250

Published

on

Orang Tua di Kendari Keroyok Guru Usai Diduga Lecehkan Siswa dengan Modus Cek Suhu Badan
Orang Tua di Kendari Keroyok Guru Usai Diduga Lecehkan Siswa dengan Modus Cek Suhu Badan. Gambar: Tangkapan Layar X/@Heraloebss

MPN Indonesia 11 Januari 2025 - Seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang tua siswa setelah dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya.

Insiden ini terjadi di halaman sekolah pada Kamis (9/1) pagi, dan videonya sempat viral di media sosial.

Kronologi Kejadian

Guru berinisial MN (53), yang juga merupakan wali kelas korban, dituduh melakukan tindakan asusila terhadap seorang siswi kelas 4 berinisial NO (11).

Ayah korban, SS, menyatakan bahwa dugaan pelecehan terjadi beberapa kali dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

SS menjelaskan bahwa guru tersebut sering mencium kening anaknya dan memberikan uang sebagai bentuk pendekatan.

Puncak dari ketegangan terjadi ketika para orang tua mendatangi sekolah untuk mempertanyakan dugaan pelecehan tersebut.

Video yang tersebar di akun X @Heraloebss, menunjukkan sejumlah orang tua murid mengerumuni dan melakukan kekerasan fisik terhadap MN.

Upaya melerai aksi pengeroyokan dilakukan oleh pihak keamanan sekolah dan guru lainnya.

MN akhirnya dibawa ke kantor polisi untuk menghindari insiden lebih lanjut.

Respons Pihak PGRI

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulawesi Tenggara, Supriyadi, menyayangkan tindakan pengeroyokan tersebut.

“Iya, pengeroyokan itu terjadi sangat kami sayangkan,” kata Ketua PGRI Sultra Supriyadi pada Jumat (10/1).

Ia menegaskan bahwa langkah main hakim sendiri bukanlah solusi yang tepat.

Menurutnya, laporan dugaan pelecehan seharusnya disampaikan terlebih dahulu kepada pihak sekolah atau langsung dilaporkan kepada pihak berwenang.

“Langsung melakukan pengeroyokan tanpa melaporkan terlebih dahulu kepada pihak sekolah sangat kami sayangkan,” ujar Supriyadi pada Jumat (10/1).

Supriyadi juga menyebut bahwa MN telah membantah tuduhan pelecehan tersebut.

Baca Juga:  Guru Ngaji di Ciledug Cabuli 20 Anak sejak 2017, Akui Punya 8 HP dan Wi-Fi buat Jerat Korban

Dalam pernyataannya, MN mengaku hanya memeriksa suhu tubuh korban saat di dalam kelas dan tidak melakukan tindakan asusila seperti yang dituduhkan.

“Saya cuma cek suhu badannya,” kata MN saat diperiksa di Polresta Kendari.

Selain itu, MN mengklaim hanya menyentuh bahu korban dalam rangka menenangkan situasi ketika siswa tersebut terganggu oleh teman-temannya.

Proses Hukum dan Dukungan untuk Korban

Saat ini, pihak kepolisian sedang menyelidiki kasus tersebut untuk memastikan kebenaran dari tuduhan yang ada.

MN masih dalam pemeriksaan di Polresta Kendari, sementara orang tua korban meminta agar kasus ini segera diproses secara hukum.

Mereka juga meminta pihak sekolah memastikan lingkungan belajar yang aman bagi siswa lainnya.

“Kami menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian,” tegas SS, ayah korban.

Ia menambahkan bahwa akibat kejadian ini, anaknya mengalami trauma dan takut untuk kembali ke sekolah.

Korban sebelumnya menghubungi ibunya untuk dijemput setelah insiden di kelas.

Menurut SS, anaknya mulai menunjukkan tanda-tanda ketakutan sejak dugaan pelecehan pertama terjadi.

“Dia sudah tidak mau masuk sekolah dan merasa trauma,” tambah SS.

Supriyadi memastikan bahwa PGRI akan mendampingi MN selama proses hukum berlangsung.

Ia juga menghormati langkah pihak kepolisian dalam menangani kasus ini secara adil.

“Kami serahkan semua ke pihak kepolisian dan akan terus mendampingi,” ujarnya.

Trending