Connect with us

Berita

SMA di Bogor Minta Siswa Bayar Rp2,6 Juta per Tahun, Salah Satunya untuk Makan Gratis Guru

Actress 1299250

Published

on

SMA di Bogor Minta Siswa Bayar Rp2,6 Juta per Tahun, Salah Satunya untuk Makan Gratis Guru
SMA di Bogor Minta Siswa Bayar Rp2,6 Juta per Tahun, Salah Satunya untuk Makan Gratis Guru. Gambar: Kolase Tangkapan Layar TikTok/@nationalcorruptionwatch

MPN Indonesia 11 Januari 2025 - Dugaan pungutan liar (pungli) di SMA Negeri 2 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, viral setelah laporan mengenai sumbangan sebesar Rp2,6 juta per siswa.

Sumbangan ini disebutkan salah satunya untuk membiayai makan siang gratis bagi guru.

Hal ini menuai kritik tajam dari orang tua siswa dan masyarakat, terutama karena bertentangan dengan program pemerintah yang berfokus pada penyediaan makan bergizi gratis bagi siswa.

Kebutuhan Dana Rp2,6 Juta untuk Beragam Program

Berdasarkan informasi yang beredar, pihak sekolah meminta siswa membayar Rp2.650.000 per tahun.

Dana ini disebutkan digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk makan siang gratis bagi guru, pegawai tata usaha, biaya listrik, dan pendingin udara.

Hal ini membuat para orang tua kecewa karena program tersebut dianggap tidak selaras dengan kebijakan pemerintah.

Program makan bergizi gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto ditujukan untuk siswa, bukan guru atau pihak sekolah lainnya.

Seorang orang tua siswa, Marlon Sirait, mengungkapkan kekecewaannya, menilai pungutan ini sebagai bentuk ketidaksinkronan dengan semangat pemerintah.

“Orang tua yang tidak mampu ini sangat prihatin karena ketua komite itu terkesan memaksa kami melakukan pungutan Rp2.650.000 per orang tua siswa, salah satunya itemnya untuk memberikan makan siang guru secara gratis,” kata Marlon.

Protes Orang Tua dan Viral di Media Sosial

Kasus ini memicu kemarahan orang tua yang merasa dipaksa memberikan sumbangan yang dinilai tidak adil.

Tercatat, 387 orang tua siswa melayangkan protes kepada pihak sekolah. Perasaan tidak puas ini semakin meluas setelah unggahan tentang dugaan pungli tersebut viral di media sosial.

Baca Juga:  Puluhan Siswa MAN 1 Cianjur Diduga Keracunan usai Konsumsi Makanan Bergizi Gratis

Politikus Bogor, Ronald Aristone Sinaga, turut mempublikasikan rincian penggunaan dana dalam unggahannya di Instagram pada Sabtu (4/1).

“SMAN 2 Cileungsi Bogor Bang, tolong diviralin biar gurunya sadar. Masa biaya makan guru 1 tahun ditanggung murid,” tulis seorang netizen dalam aduan yang diunggah Ronald.

Unggahan ini mencantumkan tabel penggunaan dana, yang memperlihatkan beberapa poin kontroversial, seperti pembiayaan makan siang guru.

Tanggapan Komite Sekolah

Ketua Komite SMA Negeri 2 Cileungsi, Astar Lambaga, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil usulan dari pihak sekolah, yang kemudian disetujui oleh sebagian orang tua siswa.

Menurutnya, program tersebut muncul karena kebutuhan sekolah yang tidak dapat dibiayai oleh anggaran resmi seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD).

“Program yang dilaksanakan komite adalah usulan program dari sekolah dengan pertimbangan kebutuhan dan usulan dari para orang tua siswa dan anak didik,” jelas Astar.

Ia menambahkan bahwa program ini mencakup kegiatan yang tidak memiliki alokasi dana dalam anggaran resmi pemerintah.

Belum Ada Klarifikasi Resmi

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah, termasuk kepala sekolah SMA Negeri 2 Cileungsi, belum memberikan klarifikasi resmi mengenai dugaan pungutan tersebut.

Sementara itu, protes dari para orang tua siswa terus berlanjut, menuntut transparansi dan tanggung jawab dari pihak sekolah.

Trending