Internasional
Kisah Paul Alexander, Manusia Terakhir di Dunia yang Bernapas dengan Paru-paru Besi selama 71 Tahun
Paul Alexander telah hidup selama lebih dari 71 tahun dalam paru-paru besi setelah terkena polio.
MPN Indonesia 14 Januari 2025 - Paul Alexander, pria berusia 77 tahun asal Dallas, Texas, dikenal sebagai manusia terakhir di dunia yang bergantung pada paru-paru besi untuk bernapas.
Kondisi ini bermula pada tahun 1952, ketika ia didiagnosis menderita polio pada usia enam tahun.
Sejak saat itu, ia hidup dengan alat bantu yang menjadi penyelamat banyak pasien polio di masa lalu.
Dampak Polio pada Kehidupan Paul
Polio, penyakit menular yang menyerang sistem saraf, menciptakan tantangan berat bagi Paul.
Gejala awal yang dialaminya meliputi leher kaku, demam, hingga kehilangan kemampuan untuk berbicara, menelan, atau batuk.
Dalam kondisi darurat, dokter melakukan trakeostomi untuk mengatasi cairan yang menumpuk di paru-parunya.
Namun, kerusakan sistem saraf akibat polio membuat Paul sepenuhnya bergantung pada paru-paru besi—alat berbentuk tabung logam yang untuk membantu pernapasan.
Meski alat ini dianggap kuno dan berhenti diproduksi sejak 1960-an, Paul telah menggunakannya selama lebih dari 71 tahun.
Kehidupan di Dalam Paru-paru Besi
Hidup di dalam paru-paru besi adalah tantangan besar. Paul menghabiskan sebagian besar waktunya berbaring di dalam alat tersebut.
Bahkan untuk aktivitas sederhana seperti minum, ia harus menggunakan lehernya untuk meraih sedotan. Meskipun begitu, Paul tidak menyerah.
Ia mempelajari teknik “pernapasan katak” sebuah metode pernapasan manual yang memungkinkannya bernapas tanpa alat untuk waktu yang terbatas.
Teknik ini membuka peluang bagi Paul untuk menjalani kehidupan di luar paru-paru besi, meskipun hanya sebentar.
Dengan tekad yang kuat, ia kembali belajar berjalan, bersekolah, dan bahkan menyelesaikan pendidikan tinggi.
Pendidikan dan Karier
Pada usia 21 tahun, Paul menjadi lulusan sekolah menengah pertama di Dallas yang tidak pernah menghadiri kelas secara langsung.
Ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Texas, tinggal di asrama bersama paru-paru besi miliknya.
Paul berhasil meraih gelar hukum dan menjalani karier sebagai pengacara.
Dengan kursi roda yang dimodifikasi untuk menopang tubuhnya, ia hadir di pengadilan untuk membela klien.
Meski fisiknya terbatas, Paul menjalani hidup penuh warna. Ia pernah naik pesawat, berwisata ke pantai, jatuh cinta, dan aktif berdoa di gereja.
Tantangan Merawat Paru-paru Besi
Seiring waktu, paru-paru besi milik Paul mengalami tantangan teknis. Pada 2015, alat ini mengalami kerusakan mekanis. Karena sudah tidak diproduksi lagi, suku cadangnya sangat sulit ditemukan.
Paul mengunggah video di internet untuk mencari bantuan, hingga akhirnya bertemu Brady Richard, seorang teknisi yang berhasil memperbaikinya.
Berkat bantuan ini, Paul tetap bisa menggunakan alat yang telah menemaninya selama puluhan tahun.
Meskipun alat ini kuno dan biaya perawatannya tinggi, Paul tetap memilih paru-paru besi karena efektivitasnya dalam memenuhi kebutuhan pernapasan.
Semangat untuk Berkarya
Di usianya yang ke-77, ia sedang menulis buku tentang perjalanan hidupnya.
Buku ini bertujuan untuk menginspirasi orang agar tidak menyerah menghadapi tantangan hidup.
“Tidak peduli apa tantangan yang Anda hadapi, Anda bisa mencapai apa saja jika bertekad dan bekerja keras,” ungkap Paul dalam wawancaranya pada 2020.
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
