Berita
Apa Itu Fistula Perianal? Penyakit yang Dialami Nadiem Makarim hingga Jalani Operasi Lima Kali
Nadiem Makarim diketahui menderita fistula perianal dan telah menjalani operasi hingga lima kali terkait kondisi tersebut.
MPN Indonesia 14 Mei 2026 - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, diketahui menderita fistula perianal dan telah menjalani operasi hingga lima kali terkait kondisi tersebut.
Informasi itu mencuat setelah istrinya, Franka Makarim, mengungkap kondisi kesehatan Nadiem melalui media sosial pribadinya @frankamakarim pada Kamis (14/5).
“Kemarin hari dimulai di pengadilan. Malam tadi, Nadiem masuk ke meja operasi untuk kelima kalinya. Di antara dua momen itu, kami hanya bisa berdoa,” tulis Franka Makarim, dikutip MPN Indonesia.
Pernyataan ini menegaskan bahwa operasi yang dijalani bukan yang pertama, melainkan sudah berulang kali dilakukan akibat fistula perianal yang dideritanya.
Kuasa hukum Nadiem Makarim, Dodi S Abdulkadir, juga menjelaskan jenis penyakit yang dialami kliennya. Ia membantah anggapan bahwa kondisi tersebut adalah ambeien.
“Bukan, bukan ambeien. Fistula ya, apa namanya. Kalau enggak salah fistula ya,” ujar Dodi saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan bahwa operasi pertama berjalan lancar, namun kondisi penahanan memengaruhi proses pemulihan.
Apa Itu Fistula Perianal?
Dikutip MPN Indonesia dari AloDokter, fistula perianal adalah saluran abnormal yang terbentuk antara ujung usus besar (rektum) dan kulit di sekitar anus atau dubur.
Kondisi ini umumnya terjadi akibat infeksi yang berkembang menjadi abses, yaitu benjolan berisi nanah di area anus.
Ketika abses tidak sembuh secara total, nanah dapat mencari jalan keluar dan membentuk saluran di bawah kulit hingga ke anus. Saluran inilah yang disebut fistula ani.
Secara medis, fistula perianal merupakan terowongan abnormal yang menghubungkan dua bagian tubuh yang seharusnya tidak saling terhubung.
Kondisi ini dapat dialami siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada pria dan umumnya muncul pertama kali pada usia 20–40 tahun.
Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya fistula perianal meliputi jenis kelamin pria, obesitas, diabetes, merokok, kolesterol tinggi, serta jarang berolahraga atau beraktivitas fisik.
Selain itu, kondisi seperti penyakit Crohn, cedera pada anus, divertikulitis, tumor atau kanker usus besar, fisura ani, penyakit menular seksual termasuk lymphogranuloma venereum (LGV), infeksi bakteri seperti tuberkulosis atau aktinomikosis, terapi radiasi, serta komplikasi operasi pada area anus juga dapat menjadi penyebab.
Gejala yang Dirasakan Penderita
Fistula perianal dapat menimbulkan sejumlah keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Berikut gejala yang dirasakan oleh penderita fistula perianal:
- Nyeri pada area anus, terutama saat:
- Duduk
- Bergerak
- Buang air besar
- Batuk
- Iritasi kulit di sekitar anus, seperti:
- Kemerahan
- Bengkak
- Perubahan warna kulit
- Rasa perih
- Keluarnya nanah berbau atau darah saat buang air besar
- Muncul bau tajam di sekitar kulit anus
- Terbentuk lubang di kulit yang mengeluarkan cairan atau feses
- Demam
- Meriang
- Kelelahan pada beberapa kasus
Sebagian fistula perianal dapat terdeteksi melalui pemeriksaan fisik, seperti ditemukannya lubang kecil di dekat anus yang mengeluarkan nanah saat ditekan.
Namun, pada kasus tertentu diperlukan pemeriksaan lanjutan seperti proktoskopi, fistula probe, anoskopi, atau kolonoskopi untuk memastikan diagnosis dan mengetahui lokasi saluran fistula.
Apakah Fistula Perianal Berbahaya?
Fistula perianal umumnya tidak mengancam jiwa, tetapi dapat mengganggu kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik.
Infeksi yang berulang dapat menyebabkan nyeri berkepanjangan, pembentukan abses baru, serta gangguan aktivitas sehari-hari.
Dalam beberapa kasus, komplikasi yang mungkin terjadi meliputi inkontinensia tinja, kekambuhan fistula, dan stenosis anus atau penyempitan anus.
Karena risiko kekambuhan cukup tinggi, terutama jika saluran fistula bercabang atau berada dekat dengan otot sfingter anus yang berfungsi mengontrol buang air besar, penanganan medis yang tepat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Penanganan dan Prosedur Operasi
Pengobatan fistula perianal umumnya dilakukan melalui operasi karena kondisi ini jarang sembuh dengan sendirinya.
Jenis operasi disesuaikan dengan lokasi dan tingkat keparahan fistula.
Beberapa prosedur yang digunakan antara lain:
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
