Connect with us

Berita

Jenazah Pekerja Migran Indonesia Korban Penembakan Aparat Malaysia Tiba di Indonesia

Jenazah PMI Basri, korban penembakan APMM Malaysia, tiba di Riau. Keluarga menuntut keadilan atas insiden yang menewaskan 1 orang & melukai 4 lainnya.

Actress 1299250

Published

on

Jenazah Pekerja Migran Indonesia Korban Penembakan Aparat Malaysia Tiba di Indonesia
Jenazah Pekerja Migran Indonesia Korban Penembakan Aparat Malaysia Tiba di Indonesia. Gambar: Voice Indonesia

MPN Indonesia 30 Januari 2025 - Jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) bernama Basri, yang menjadi korban penembakan oleh Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM), tiba di Terminal Kargo Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/1) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kedatangan jenazah disambut oleh anggota keluarga yang menunggu di lokasi.

Setelah tiba di Pekanbaru, jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans menuju kampung halamannya di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Pihak keluarga menerima kejadian ini dan berencana segera memakamkan korban di Jalan Nelayan, Kecamatan Rupat, pada hari yang sama.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), Judha Nugraha, mengonfirmasi bahwa pemulangan jenazah telah diurus oleh Kemlu RI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

“Kemlu dan KBRI Kuala Lumpur sedang mengurus pemulangan jenazah WNI asal Riau ini. Repatriasi akan dilakukan melalui penerbangan Kuala Lumpur-Pekanbaru,”ungkap Judha.

Repatriasi dilakukan melalui penerbangan dari Kuala Lumpur ke Pekanbaru.

Insiden Penembakan di Perairan Malaysia

Penembakan terjadi pada Jumat (24/1) di perairan Tanjung Rhu, Malaysia.

Kapal patroli APMM menembaki sebuah boat yang membawa 26 PMI nonprosedural dari jarak sekitar 20–25 meter.

Insiden ini menyebabkan satu WNI tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka.

Pihak berwenang Malaysia sebelumnya mengklaim bahwa penembakan terjadi karena adanya serangan dari pekerja migran Indonesia.

Namun, pernyataan ini dibantah oleh para korban yang selamat.

Menurut mereka, tidak ada serangan terhadap aparat Malaysia sebelum insiden terjadi.

“Kami ingin tahu alasan penembakan ini. Tidak boleh ada tindakan brutal terhadap PMI!” ujar Judha Nugraha.

Tuntutan Keadilan dari Keluarga Korban

Keluarga korban meminta pemerintah Indonesia menuntut pertanggungjawaban dari pihak Malaysia atas insiden ini.

Baca Juga:  ICW-Kontras Laporkan 43 Polisi ke KPK soal Dugaan Pemerasaan, dari Kasus DWP hingga Jam Tangan Mewah

Mereka berharap kasus ini tidak dibiarkan tanpa penyelidikan lebih lanjut.

“Kami ingin keadilan! Jangan sampai kasus ini dibiarkan begitu saja,” ujar salah satu kerabat korban.

Kemlu RI memastikan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan kekuatan oleh APMM dalam kasus ini sudah sesuai prosedur atau berlebihan.

Sementara itu, kondisi dua korban luka dilaporkan stabil, sedangkan dua lainnya masih dalam kondisi kritis.

Trending