Connect with us

Berita

Lansia di Pamulang Meninggal Dunia Diduga Kelelahan setelah Antre Beli Gas Elpiji 3 Kg

Yonih (68), seorang lansia di Pamulang Barat, Tangerang Selatan, meninggal setelah mengantre gas elpiji 3 kg.

Actress 1299250

Published

on

Lansia di Pamulang Meninggal Dunia Diduga Kelelahan setelah Antre Beli Gas Elpiji 3 Kg
Lansia di Pamulang Meninggal Dunia Diduga Kelelahan setelah Antre Beli Gas Elpiji 3 Kg. Gambar: Kompas.com/Intan Afrida Rafni

MPN Indonesia 4 Februari 2025 - Seorang perempuan lanjut usia (lansia) bernama Yonih (68), warga Pamulang Barat, Tangerang Selatan, meninggal dunia setelah mengantre gas elpiji 3 kilogram pada Senin (3/2).

Yonih diduga mengalami kelelahan setelah berjalan jauh mencari gas elpiji subsidi dan membawa tabung dalam kondisi penuh.

Peristiwa ini terjadi di salah satu agen resmi di kawasan Pamulang.

Yonih berangkat dari rumah sekitar pukul 10.00 WIB sambil menenteng dua tabung kosong.

Setelah berkeliling mencari elpiji 3 kg, ia akhirnya mengantre di sebuah pangkalan yang berjarak sekitar 300 hingga 500 meter dari rumahnya.

Kelelahan Setelah Mengantre dan Mengangkat Tabung Gas

Setelah menunggu sekitar satu jam, Yonih berhasil mendapatkan satu tabung gas elpiji 3 kilogram dan kembali ke rumahnya.

Namun, perjalanan pulang menjadi berat karena ia harus melewati jalan menanjak sambil membawa dua tabung gas berisi serta satu tabung kosong.

Dalam perjalanan, Yonih sempat berhenti dan duduk di dekat sebuah tempat laundry untuk beristirahat.

Pemilik laundry yang mengenal Yonih menawarkannya tempat untuk duduk sejenak. Tak lama, menantu Yonih datang menjemputnya.

Namun, setibanya di rumah, kondisi Yonih tiba-tiba melemah.

Rohaya (51), adik Yonih, yang melihat kakaknya lemas sempat mengajaknya berbicara, tetapi tidak ada respons.

“Dia sempat mengucapkan ‘Allahu Akbar’ dua kali, tapi setelah itu tidak merespons,” ujar Rohaya.

Dilarikan ke Rumah Sakit, Nyawa Tidak Tertolong

Melihat kondisi Yonih yang semakin memburuk, pihak keluarga segera membawanya ke Rumah Sakit Permata Pamulang.

Namun, setibanya di rumah sakit, Yonih dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga:  Viral! Anak di Cianjur Bakar Rumah usai Cekcok dengan Ayahnya soal Ekonomi

Ketua RT 01 RW 07 Pamulang Barat, Saiful, menyebut bahwa Yonih diduga meninggal akibat kelelahan setelah mengantre gas elpiji 3 kilogram.

“Almarhum sebelum meninggal habis mengantre dan pulang bawa dua tabung gas. Kemudian setelah bawa tabung gas, dia mungkin lemas terus duduk, ada beberapa warga melihat dan membantu,” ungkap Saiful.

Jenazah Yonih kemudian dimakamkan pada hari yang sama sekitar pukul 15.30 WIB di TPU wakaf RW 07, Kelurahan Pamulang Barat.

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Menjadi Penyebab Antrean Panjang

Meninggalnya Yonih terjadi di tengah sulitnya masyarakat mendapatkan gas elpiji 3 kilogram setelah adanya kebijakan baru dari Pertamina.

Sejak 1 Februari, pemerintah melarang penjualan elpiji 3 kg di pengecer atau warung kelontong, sehingga masyarakat harus membeli langsung di agen resmi.

Akibat kebijakan ini, banyak warga terpaksa berkeliling mencari pangkalan yang masih memiliki stok.

“Warga harus mencari lebih jauh karena di warung kecil sudah tidak ada,” kata salah satu warga.

Yonih sehari-hari berjualan nasi uduk dan lontong untuk mencukupi kebutuhannya.

Menurut Rohaya, kakaknya sedang giat menabung karena memiliki impian untuk beribadah umrah.

“Dia orangnya rajin, enggak mau diam. Saya sudah bilang enggak usah capek-capek, jualan sembako saja. Tapi dia tetap semangat cari tambahan, katanya buat umrah,” ujar Rohaya.

Trending