Connect with us

Kriminal

Viral! ASN di Sumut Diduga Siram Anak Tiri dengan Air Panas, Sekda Angkat Bicara

Seorang bocah 10 tahun di Medan diduga mengalami penganiayaan oleh ibu tirinya yang merupakan ASN di Dinas P3AKB Sumut.

Actress 1299250

Published

on

Viral! Asn Di Sumut Diduga Siram Anak Tiri Dengan Air Panas, Sekda Angkat Bicara
Viral! ASN di Sumut Diduga Siram Anak Tiri dengan Air Panas, Sekda Angkat Bicara. Gambar: Viva/B.S. Putra

MPN Indonesia 12 Februari 2025 - Sebuah video yang memperlihatkan dugaan penganiayaan terhadap seorang anak berusia 10 tahun di Kota Medan, Sumatra Utara, viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, bocah itu disebut-sebut disiram air panas oleh ibu tirinya, yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sumatra Utara.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Abadi, Kota Medan, pada Selasa (21/1).

Video yang beredar menunjukkan korban dalam kondisi kesakitan, mengenakan handuk, dan memperlihatkan bagian pahanya yang terkena air panas.

Seorang pria, yang diduga ayah korban, terdengar berbicara dalam video, menanyakan kondisi anaknya serta menunjukkan bekas luka yang dialaminya.

Pihak Berwenang Menindaklanjuti Laporan

Menanggapi kejadian ini, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatra Utara, Effendy Pohan, membenarkan bahwa terduga pelaku berinisial FD adalah ASN yang bertugas di Dinas P3AKB Sumatra Utara.

Pemerintah provinsi telah menurunkan tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas P3AKB untuk memeriksa kondisi korban pada Senin (10/2).

“Menanggapi video yang viral terkait dugaan penganiayaan, Dinas P3AKB dan Dinas Kesehatan Sumut telah mengunjungi anak tersebut,” kata Effendy dalam keterangannya di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Selasa (11/2).

Tim Inspektorat juga telah diterjunkan untuk menyelidiki kasus ini.

Effendy menegaskan bahwa jika terbukti bersalah, FD dapat dikenakan sanksi administratif sebagai ASN dan juga dapat diproses secara hukum oleh aparat penegak hukum (APH).

Pemeriksaan terhadap Terduga Pelaku dan Korban

Sementara itu, Kepala Dinas P3AKB Sumatra Utara, Sri Suriani Purnamawati, menyampaikan bahwa pihaknya telah memanggil FD untuk dimintai keterangan terkait dugaan kekerasan terhadap anak tersebut.

Baca Juga:  Anak di Pontianak Jalan Kaki 2 km Demi Lapor Polisi karena Sang Ibu Diduga jadi Korban KDRT

Hingga saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung.

“Terhadap postingan yang beredar, Dinas P3AKB Sumut telah melakukan pemanggilan kepada terduga pelaku untuk dimintai keterangan. Proses ini masih terus berlanjut,” ujar Sri Suriani dalam keterangannya pada Selasa (11/2).

Selain memeriksa FD, Dinas P3AKB juga akan memanggil suami FD guna membantu penyelesaian kasus ini.

Sementara itu, korban saat ini berada di Kota Pematangsiantar, dan tim dari Dinas P3AKB Sumatra Utara akan melakukan asesmen psikologis serta pendampingan bertahap kepada keluarga.

Pemerintah Provinsi Fokus pada Pemulihan Korban

Dalam pernyataannya, Effendy Pohan menekankan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan keselamatan dan pemulihan fisik maupun psikologis korban.

Pihaknya juga meminta ayah korban untuk kooperatif dalam memberikan informasi guna menyelesaikan kasus ini.

“Yang sekarang harus kita selamatkan anaknya. Kita (juga) meminta ayah dari anak ini untuk dapat komunikatif agar bisa memberikan segala keterangan untuk menyelesaikan persoalan ini. Yang paling penting adalah anak ini bisa terselamatkan jiwa emosinya atau psikologinya,” jelas Effendy.

Dinas P3AKB Sumatra Utara juga menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan kasus ini, khususnya terkait kondisi korban.

Sri Suriani mengimbau agar identitas anak serta wajahnya tidak disebarluaskan di media sosial demi melindungi hak dan privasinya.

Sementara itu, aparat kepolisian menyatakan telah mengetahui informasi mengenai kasus kriminal ini, namun hingga saat ini belum menerima laporan resmi.

Investigasi masih terus dilakukan untuk memastikan kebenaran dugaan penganiayaan tersebut.

Trending