Connect with us

Kesehatan

Kemenkes Pastikan Warga Tanpa BPJS Tetap Bisa Ikut Cek Kesehatan Gratis

Kemenkes memastikan masyarakat tanpa BPJS tetap bisa ikut cek kesehatan gratis di puskesmas. Program ini akan diperluas ke klinik swasta yang bermitra dengan BPJS.

Adinda

Published

on

Kemenkes Pastikan Warga Tanpa Bpjs Tetap Bisa Ikut Cek Kesehatan Gratis
Kemenkes Pastikan Warga Tanpa BPJS Tetap Bisa Ikut Cek Kesehatan Gratis. Gambar: Viva.co.id/Ikhwan Yanuar

MPN Indonesia 13 Februari 2025 - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersedia bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang bukan peserta BPJS Kesehatan.

Program ini tersedia di fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas dan akan diperluas ke klinik swasta yang bermitra dengan BPJS di masa mendatang.

Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, pada (10/2).

Menurut Widyawati, program ini bertujuan untuk memastikan semua warga negara Indonesia dapat mengakses layanan kesehatan dasar, terlepas dari status kepesertaan BPJS Kesehatan mereka.

Jika seorang warga sudah terdaftar sebagai peserta BPJS tetapi kepesertaannya tidak aktif, mereka akan diarahkan untuk mengaktifkannya kembali.

Puskesmas jadi Fasilitas Utama, Klinik Swasta Akan Menyusul

Pada tahap awal, pemeriksaan kesehatan gratis akan dilakukan di puskesmas, dengan target menjangkau 60 juta orang pada 2025.

Dalam lima tahun ke depan, Kemenkes berharap program ini dapat melayani 200 juta warga Indonesia.

Kemenkes juga berencana menggandeng klinik swasta yang bermitra dengan BPJS Kesehatan agar cakupan layanan ini semakin luas.

“Nanti bertahap akan mengajak klinik-klinik swasta yang sudah bekerja sama dengan BPJS. Makanya, tadi kalau misalnya (saat warga) daftar (program cek kesehatan gratis) belum ada (kepesertaan BPJS Kesehatan), yuk kami daftarkan ke BPJS,” ujar Widyawati.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini.

Ia menyatakan bahwa program ini saat ini diprioritaskan di puskesmas, mengingat Indonesia memiliki sekitar 10.200 puskesmas yang siap melaksanakan cek kesehatan gratis secara serentak.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi akan Bangun Sekolah Maung di Jabar Mulai Tahun Ini, Tawarkan 6 Jurusan Strategis!

“Saat ini, Indonesia memiliki 10.200 Puskesmas yang siap melaksanakan cek kesehatan gratis secara serentak. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memilih fasilitas kesehatan terdekat dengan domisilinya agar proses cek kesehatan gratis lebih mudah diakses,” ungkap Aji.

Tiga Cara Pendaftaran dan Fokus pada Upaya Preventif

Aji Muhawarman juga menjelaskan bahwa terdapat tiga cara pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mengikuti program ini.

Namun, ia tidak merinci lebih lanjut mengenai mekanisme pendaftaran tersebut.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya kebijakan pemerintah untuk mengubah paradigma layanan kesehatan dari pendekatan kuratif menjadi preventif.

Dengan adanya deteksi dini penyakit, penanganan dapat dilakukan lebih cepat, sehingga dapat mengurangi beban biaya kesehatan di masa depan.

“Dengan adanya program cek kesehatan gratis ini, pemerintah ingin mengubah paradigma layanan kesehatan dari pendekatan kuratif (mengobati setelah sakit) menjadi preventif (pencegahan),” jelas Aji.

Berlaku untuk Semua Kelompok Usia, Termasuk Anak Sekolah

Selain bagi masyarakat umum, program ini juga berlaku untuk anak-anak usia sekolah.

Anak-anak berusia 7 hingga 17 tahun, termasuk siswa SD, SMP, dan SMA, dapat mengikuti cek kesehatan gratis ini setiap tahun ajaran baru di sekolah masing-masing.

Dengan program ini, kebijakan kesehatan yang diterapkan pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Trending