Internasional
Donald Trump Pecat Jenderal Top Militer AS Lewat Media Sosial
Pemecatan Jenderal Charles “CQ” Brown oleh Trump bagian dari perombakan militer AS. Dan Caine resmi jadi Ketua Kepala Staf Gabungan yang baru.
MPN Indonesia 23 Februari 2025 - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan pemecatan Jenderal Charles “CQ” Brown melalui unggahan di media sosial pada Jumat (21/2) malam waktu setempat.
Keputusan ini disampaikan saat Brown sedang dalam perjalanan menuju perbatasan selatan AS.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kebijakan Trump dalam merombak kepemimpinan militer AS.
Pemecatan Jenderal Charles “CQ” Brown
Dalam unggahannya di media sosial Truth, Trump mengucapkan terima kasih atas pengabdian Brown selama lebih dari 40 tahun, termasuk perannya sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan.
Trump menyebut Brown sebagai “pemimpin luar biasa” dan mendoakan yang terbaik bagi masa depan Brown dan keluarganya.
Pemecatan Brown tidak berdiri sendiri. Pentagon juga mengumumkan pemberhentian beberapa perwira senior lainnya sebagai bagian dari kebijakan Trump dalam mengubah struktur kepemimpinan militer AS.
Pengangkatan Dan Caine sebagai Pengganti
Sebagai pengganti Brown, Trump menunjuk Letnan Jenderal Dan Caine, seorang pilot pesawat tempur yang baru-baru ini menjabat sebagai direktur asosiasi urusan militer di CIA.
Caine, yang dikenal dengan julukan “Razin”, memiliki pengalaman di Irak dan berperan dalam upaya mengalahkan ISIS.
Trump menyoroti bahwa Caine sebelumnya “dilewatkan untuk dipromosikan” di bawah kepemimpinan mantan Presiden Joe Biden.
Namun, dalam pemerintahan Trump, Caine diberikan posisi strategis untuk membantu mengarahkan kebijakan pertahanan AS.
Trump juga menegaskan bahwa bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Caine akan berkontribusi dalam membangun kembali kekuatan militer AS dan memprioritaskan kepentingan nasional.
Perubahan Besar di Pentagon
Selain pemecatan Brown, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengumumkan pemberhentian beberapa pejabat tinggi lainnya, termasuk kepala operasi angkatan laut dan wakil kepala staf Angkatan Udara.
Langkah ini dianggap sebagai strategi Trump untuk mengembalikan fokus militer AS pada tugas utama mereka dalam “mencegah, memerangi, dan memenangkan perang.”
Dalam pernyataan resmi, Pentagon juga mengonfirmasi bahwa sekitar 5.400 pekerja masa percobaan akan diberhentikan dalam minggu berikutnya.
Keputusan ini merupakan bagian dari upaya Departemen Pertahanan AS untuk mengurangi jumlah tenaga kerja sipil sebesar 5 hingga 8 persen guna meningkatkan efektivitas operasional dan efisiensi organisasi.
Dampak terhadap Politik Luar Negeri dan Militer AS
Langkah Trump dalam merombak kepemimpinan militer, terutama melalui media sosial, menimbulkan berbagai reaksi di kalangan politik dan militer AS.
Keputusan ini dinilai sebagai bagian dari strategi Trump dalam memperkuat posisinya di politik luar negeri menjelang pemilihan presiden mendatang.
Dengan menunjuk Dan Caine sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan yang baru, Trump berharap dapat membawa perubahan dalam strategi militer AS.
Selain mempengaruhi struktur kepemimpinan militer, kebijakan ini juga berdampak pada dinamika politik di Washington.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
