Connect with us

Viral

Vokalis Band Sukatani Dikabarkan Dipecat, Bupati Purbalingga Sediakan Fasilitas Baru agar Bisa Mengajar Kembali

Novi Sukatani dipecat sebagai guru usai kontroversi lagu “Bayar-Bayar-Bayar”. Bupati Purbalingga siap memfasilitasi agar ia bisa kembali mengajar.

Actress 1299250

Published

on

Vokalis Band Sukatani Dikabarkan Dipecat, Bupati Purbalingga Sediakan Fasilitas Baru Agar Bisa Mengajar Kembali
Vokalis Band Sukatani Dikabarkan Dipecat, Bupati Purbalingga Sediakan Fasilitas Baru agar Bisa Mengajar Kembali. Gambar : Tangkapan Layar Instagram/@fahmihnf

MPN Indonesia 24 Februari 2025 - Novi Citra, yang dikenal dengan nama panggung Twister Angel dari band Sukatani, diberhentikan dari posisinya sebagai guru di Sekolah Dasar Islam Terpadu Mutiara Hati di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Pemecatan ini terjadi akibat kontroversi lirik lagu “Bayar-Bayar-Bayar” yang dianggap menghina institusi kepolisian.

Sebagai tanggapan, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengumumkan akan menyediakan fasilitas agar Novi bisa kembali mengajar di wilayah Purbalingga.

Alasan Pemecatan Novi Sukatani

Lagu “Bayar-Bayar-Bayar” yang dinyanyikan oleh Novi Sukatani bersama rekannya, Syifa Al Lufti alias Alectroguy, mendapat kritik karena dianggap merendahkan institusi kepolisian.

Setelah kontroversi tersebut mencuat, duo band Sukatani merilis video permintaan maaf yang ditujukan kepada Kapolri, sekaligus mencabut lagu tersebut.

Meskipun demikian, dukungan publik terus mengalir untuk band punk asal Purbalingga itu.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyatakan bahwa data Novi telah dihapus dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada (13/2), seminggu sebelum video permintaan maaf tersebut dirilis.

Ketua FSGI, Fahmi Hatib, mengecam keputusan pemecatan tersebut, menyebutnya sebagai tindakan sewenang-wenang dan melanggar peraturan perundangan yang ada.

Menurutnya, pemecatan tersebut berpotensi melanggar UU No. 14/2005 tentang Guru dan Permendikbudristek tentang Perlindungan Guru, serta hak berekspresi yang dijamin konstitusi Indonesia.

Dukungan dari Bupati Purbalingga

Menanggapi kabar pemecatan tersebut, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyatakan kesediaannya untuk menerima Novi Sukatani mengajar di wilayah Purbalingga.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagramnya pada Minggu (23/2).

“Saya, Fahmi Muhammad Hanif, Bupati Kabupaten Purbalingga, dengan tangan terbuka siap menerima Mbak Novi jika berkenan untuk mengabdi di sekolah di Kabupaten Purbalingga. Insyaallah, saya selaku Pemerintah Kabupaten Purbalingga siap memfasilitasi dan mendukung,” ungkap Fahmi, dikutip tim Redaksi MPN Indonesia, melalui unggahan Instagram @fahmihnf, pada Minggu (23/2).

Baca Juga:  Guru BK di Bali Diduga Hukum Siswa Berkelahi dan Minta Siswa Lain Menontonnya

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan, mengingat dukungan terhadap Novi Sukatani dan band Sukatani terus mengalir setelah mereka menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Tanggapan Federasi Serikat Guru Indonesia

FSGI turut bersuara terkait kasus ini dengan meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Dinas Pendidikan setempat untuk memberikan pembelaan terhadap Novi Sukatani.

Mereka juga mendesak kepolisian untuk memberikan perlindungan kepada Novi tanpa adanya tekanan.

FSGI menilai bahwa pemecatan tersebut diduga kuat dipengaruhi oleh tekanan eksternal yang tidak sejalan dengan peraturan perundangan yang berlaku.

FSGI menegaskan bahwa guru juga memiliki hak konstitusional untuk berekspresi dan berkarya.

Oleh karena itu, pemecatan yang diduga terkait dengan lirik lagu “Bayar-Bayar-Bayar” dinilai tidak berdasar dan melanggar hak-hak guru sebagai warga negara.

Mereka pun menyerukan agar hak-hak Novi Sukatani sebagai guru dapat dipulihkan.

Respons dari Band Sukatani

Melalui unggahan di Instagram Story, band Sukatani menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang terus mengalir dari berbagai pihak.

Mereka juga mengabarkan bahwa kondisi mereka saat ini sudah membaik dan berada dalam situasi yang lebih aman.

Lagu “Bayar-Bayar-Bayar” sendiri terdapat dalam album Gelap Gempita, yang telah dinobatkan sebagai Album Pilihan Tempo 2025.

Lirik lagu tersebut dianggap kontroversial karena mengkritisi kebiasaan membayar setiap kali berurusan dengan pihak berwenang.

(AKM/NID/RAD)

Trending