Connect with us

Viral

SMAN 6 Depok Minta Maaf Soal Study Tour ke Dedi Mulyadi

SMAN 6 Depok minta maaf ke Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai tetap gelar study tour meski sudah diimbau. Kepala sekolah dinonaktifkan imbas pelanggaran.

Logompn

Published

on

Sman 6 Depok Minta Maaf Soal Study Tour Ke Dedi Mulyadi
SMAN 6 Depok Minta Maaf Soal Study Tour ke Dedi Mulyadi. Gambar : Kompas/Dinda Aulia Ramadhanty

MPN Indonesia 26 Februari 2025 - Pihak SMAN 6 Depok secara resmi meminta maaf kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, setelah sekolah tersebut tetap melaksanakan kegiatan study tour yang sebelumnya telah diimbau untuk tidak dilakukan.

Humas SMAN 6 Depok, Syahri Ramadhan, menyampaikan permintaan maafnya kepada Dedi Mulyadi serta meminta arahan lebih lanjut terkait kebijakan ini.

“Pada saat itu mohon maaf, mungkin kami salah ya, sekaligus pada kesempatan ini kepada Pak Gubernur Jawa Barat, kalau memang kami dianggap salah menyalahi aturan, kami sekali lagi mohon maaf dan mohon arahan serta bimbingan Bapak selaku Gubernur Jawa Barat,” ujar Syahri kepada wartawan, dilansir dari Detik.com, pada Senin (24/2).

Ia juga menegaskan bahwa SMAN 6 Depok merupakan bagian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga sekolah harus tunduk pada kebijakan yang dikeluarkan.

Sekolah Anggap Imbauan Dedi Mulyadi Bukan Larangan Tegas

Syahri menjelaskan bahwa pihak sekolah menganggap pernyataan Dedi Mulyadi hanya bersifat imbauan, bukan larangan tegas.

Hal ini yang menyebabkan sekolah tetap melaksanakan study tour, meskipun Gubernur sudah memberikan arahan sebelumnya.

“Karena pada saat itu, kami menginterpretasikan kata-kata imbauan adalah sebagai bukan larangan. Artinya katakanlah kami telah salah menaksirkan itu, kami tidak keras kepala untuk bertahan bahwa kita membenarkan diri, tidak seperti itu. Kemudian inilah yang terjadi,” jelasnya.

Langgar Edaran Gubernur, Kepala SMAN 6 Depok Dinonaktifkan

Keputusan SMAN 6 Depok untuk tetap mengadakan study tour akhirnya berujung pada pemecatan Kepala Sekolah.

Dedi Mulyadi langsung mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan kepala sekolah tersebut pada hari pertama ia menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.

Baca Juga:  Yayasan Bosowa Bina Insani Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG

“Saya langsung kerja, hari ini juga langsung kerja. Hari ini sudah ada keputusan tentang penonaktifan Kepala SMA Negeri 6 Depok karena dia melanggar surat edaran gubernur yang tidak boleh siswanya bepergian ke luar provinsi,” tegas Dedi, Kamis (20/2).

Sebelum Dilantik, Dedi Mulyadi Sudah Ingatkan Soal Study Tour

Lima hari sebelum pelantikannya, Dedi Mulyadi sebenarnya telah menyampaikan imbauan agar sekolah-sekolah tidak mengadakan study tour ke luar provinsi.

Namun, karena saat itu ia masih menjadi gubernur terpilih, ia belum bisa mengeluarkan keputusan resmi dalam bentuk surat edaran gubernur.

Salah satu alasan utama Dedi Mulyadi melarang study tour adalah besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh siswa. Ia menemukan bahwa biaya perjalanan yang harus dibayar siswa SMAN 6 Depok berkisar antara Rp 3,5 juta hingga Rp 5,5 juta per orang.

Menurutnya, kegiatan belajar bisa dilakukan di dalam kota tanpa harus melakukan perjalanan jauh.

“Kalau kita mau fokus pada kalimat study tour, maka sebenarnya gampang, sampah di Depok menjadi masalah besar. Itu bisa menjadi rangkaian studi di mana anak-anak di jurusan biologi atau jurusan IPA bisa menggunakan metodologi bakteri pengurai sampah,” ungkapnya di akun Instagramnya.

(AKM/NID/RAD)“

Trending