Connect with us

Teknologi

Ini Deretan Negara dan Lembaga yang Blokir Deepseek

Kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek terus menjadi sorotan terkait keamanan data pengguna.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 04t095040.736
Deretan Negara dan Lembaga yang Blokir Deepseek | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 4 Maret 2025 - Kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek terus menjadi sorotan terkait keamanan data pengguna.

Pada dasarnya, DeepSeek tak jauh berbeda dengan chatbot AI lainnya, seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude.

Namun, DeepSeek disebut mampu menghimpun berbagai informasi sensitif, seperti alamat IP, file yang diunggah, riwayat percakapan, hingga aktivitas keyboard pengguna.

Menurut laporan Gizchina, data-data tersebut disimpan di server yang dikelola oleh pemerinahan China.

Oleh sebab itu, banyak pihak khawatir jika penggunaan DeepSeek bisa menimbulkan kebocoran data untuk disalahgunakan.

Sejumlah negara bahkan telah memutuskan untuk melarang atau membatasi penggunaan DeepSeek karena dikhawatirkan dapat membahayakan privasi dan keamanan informasi.

Dikutip MPN Indonesia dari berbagai sumber, berikut sejumlah negara yang melarang penggunaan DeepSeek.

Australia

Semua badan pemerintah Australia, kecuali organisasi korporat, diwajibkan untuk menghapus semua produk DeepSeek dari perangkat masing-masing.

Mereka bahkan diharuskan memblokir akses ke DeepSeek dan melaporkan kembali pada pemerintah usai melaksanakan ketentuan tersebut.

Namun, pegawai pemerintah masih diperbolehkan memakai DeepSeek dengan perangkat pribadi.

Hal ini juga berlaku bagi warga negara Australia lainnya yang masih bisa mengakses DeepSeek dengan perangkat masing-masing.

Australia mengatakan kebijakan ini diberlakukan karena alasan keamanan atas rekomendasi badan keamanan dan intelijen nasional.

Korea Selatan

Negara terbaru yang ikut memblokir DeepSeek adalah Korea Selatan, menyusul Taiwan, Australia, Italia, dan beberapa negara bagian Amerika Serikat.

Pada Sabtu (16/2), pemerintah Korea Selatan membatasi pengunduhan DeepSeek dari toko aplikasi di negaranya.

Kendati demikian, larangan ini bersifat sementara, sambil menunggu hasil evaluasi lebih lanjut.

Komisi Perlindungan Informasi Pribadi (PIPC) menemukan bahwa DeepSeek mentransfer data pengguna Korea Selatan ke ByteDance, perusahaan induk TikTok.

Baca Juga:  Viral! WN China Ngamuk usai Tabrak Mahasiswi hingga Tewas di Semarang

Pengguna yang sudah menginstal DeepSeek masih dapat menggunakannya, tetapi pemerintah sangat menyarankan untuk tidak memasukkan data pribadi hingga ada keputusan resmi.

Italia

Italia menjadi salah satu negara pertama yang melarang DeepSeek. Badan Perlindungan Data Italia (Garante) memblokir aplikasi ini karena dianggap tidak memenuhi standar perlindungan data Uni Eropa (GDPR).

Keputusan ini diambil karena kurangnya transparansi dalam cara DeepSeek mengelola informasi pengguna.

Taiwan

Kementerian Urusan Digital Taiwan melarang penggunaan DeepSeek di badan pemerintahan dan sektor infrastruktur untuk melindungi keamanan data negara.

Pemerintah khawatir DeepSeek dapat mengakses dan mentransfer data sensitif ke server di China, yang berada di bawah regulasi pemerintah setempat.

Amerika Serikat

Beberapa badan pemerintahan dan negara bagian di Amerika Serikat telah menerapkan larangan terhadap DeepSeek.

Kantor Administrasi Kepala DPR (CAO) U.S Congress melarang stafnya menginstal DeepSeek di perangkat resmi pemerintah.

Gubernur Texas, Greg Abbott menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan melindungi infrastruktur Texas dari ancaman keamanan siber.

Pentagon, Angkatan Laut, dan NASA juga menerapkan larangan serupa.

Dalam catatan internal, kepala petugas AI NASA menyatakan “Produk serta layanan Deepseek tidak boleh digunakan untuk keperluan data dan informasi NASA, maupun pada perangkat serta jaringan yang dikelola oleh pemerintah,”.

Pemerintah federal AS bahkan kini sedang menggodok Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan melarang DeepSeek secara nasional, dengan ancaman hukuman pidana dan denda bagi individu atau perusahaan yang tetap menggunakannya.

India

Meski belum sepenuhnya melarang penggunaan DeepSeek, India kini tengah mengkaji kemungkinan larangan penggunaan aplikasi tersebut.

Sebelumnya, India dikenal sebagai negara yang tegas dengan sejumlah aplikasi China karena alasan keamanan.

 (AKM/NID/RAD)

Trending