Connect with us

Berita

Kunjungan ke Istana, Mahasiswa UB Perkenalkan Rompi Anti Tantrum ke Wapres Gibran

Gibran menerima mahasiswa Universitas Brawijaya yang memperkenalkan rompi ADAPT-V untuk membantu mendeteksi tantrum pada anak dengan ASD.

Logompn

Published

on

Kunjungan ke Istana, Mahasiswa UB Perkenalkan Rompi Anti Tantrum ke Wapres Gibran
Kunjungan ke Istana, Mahasiswa UB Perkenalkan Rompi Anti Tantrum ke Wapres Gibran. Gambar: Dok. Wakil Presiden RI

MPN Indonesia 5 September 2026 - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi perwakilan dosen dan mahasiswa berprestasi Universitas Brawijaya di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, pada (2/9).

Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan tiga inovasi kesehatan, termasuk rompi ADAPT-V yang dirancang membantu mendeteksi kondisi tantrum pada anak dengan autism spectrum disorder (ASD).

Audiensi juga membahas pengembangan talenta mahasiswa serta dorongan agar inovasi dapat berlanjut hingga memberi manfaat bagi masyarakat.

“Pesan dari Mas Wapres bahwa alat ini tidak saja berhenti sampai di sini. Tidak saja berhenti sampai dipublikasi, tapi harus berhenti sampai dihilirisasi, dan produk ini harus punya manfaat,” jelas Abu Bakar Sambah, Kepala Pengembangan Bakat Mahasiswa di Universitas Brawijaya, dikutip MPN Indonesia melalui laman resmi Wakil Presiden RI, Sabtu (5/9).

Para mahasiswa memaparkan hasil pengembangan teknologi kesehatan yang telah mereka rancang.

Gibran Apresiasi Rompi ADAPT-V dan Inovasi Mahasiswa

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah ADAPT-V, yaitu rompi yang mengintegrasikan sensor detak jantung dan gerakan dengan teknologi machine learning serta Internet of Things (IoT).

Perangkat tersebut dirancang untuk membantu mengidentifikasi kondisi tantrum pada anak dengan autism spectrum disorder (ASD).

Saat sistem mendeteksi kondisi tersebut, rompi akan mengembang dan memberikan tekanan pada tubuh anak sehingga menghadirkan sensasi pelukan.

Setelah kondisi anak terdeteksi stabil, rompi akan kembali ke bentuk semula.

Selain ADAPT-V, mahasiswa Universitas Brawijaya juga memperkenalkan dua inovasi kesehatan lainnya, yaitu:

  • Transaid, yang memanfaatkan artificial intelligence (AI) dan pencitraan tiga dimensi untuk membantu mendeteksi celah antara bahan tambalan dengan gigi asli.
  • Vitalsense, perangkat pemantauan kesehatan non-invasif yang mengintegrasikan IoT dan machine learning untuk melakukan skrining enam parameter kesehatan:
    • Suhu tubuh
    • Tekanan darah
    • Saturasi oksigen
    • Kolesterol
    • Glukosa
    • Denyut nadi
Baca Juga:  OpenAI Rilis Prism, Sejenis ChatGPT yang Fokus untuk Riset Ilmiah

Abu Bakar Sambah mengatakan apresiasi diberikan terhadap karya yang ditampilkan dalam audiensi tersebut.

Menurutnya, Wakil Presiden mendorong agar setiap inovasi tidak berhenti pada tahap publikasi, tetapi dapat dikembangkan hingga tahap hilirisasi sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pengembangan Talenta Mahasiswa

Selain membahas hasil riset, pertemuan juga menyoroti pengembangan potensi mahasiswa di berbagai bidang.

Arahan tersebut mencakup pengembangan kemampuan sesuai minat, baik pada bidang sains dan teknologi maupun sosial humaniora.

“Arahan lainnya dari Mas Wapres adalah kembangkan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa Universitas Brawijaya. Kembangkan potensi diri, kembangkan minat dan bakat. Entah itu bidangnya mau sainstek (sains dan teknologi), bidangnya ada di sosial humaniora, yang penting kembangkan potensi diri,” ujar Abu Bakar.

Pembahasan tersebut juga menyinggung pentingnya pengalaman belajar di luar ruang kelas.

Menurut Abu Bakar, pesan yang disampaikan menekankan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus, tetapi juga melalui pemahaman terhadap kondisi masyarakat.

“Pesan Wakil Presiden kepada kita semua adalah bahwa pembelajaran dapat dilakukan di mana saja, di dalam kelas, atau di luar kelas. Memahami masyarakat, kondisi sosial, serta kondisi politik dan ekonomi di luar kelas sangatlah penting. Yang paling penting adalah mencari ide-ide baru, ide-ide inovatif, dan solusi untuk masalah yang ada,” ujar Abu Bakar.

Wakil Presiden juga mengingatkan agar mahasiswa aktif selama menjalani pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.

Aktivitas tersebut mencakup proses belajar, memahami persoalan sosial, dan menghadirkan solusi yang dapat memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.

“Sehingga mahasiswa memang harus dituntut untuk selalu aktif dalam berbagai hal. Jadi aktif dalam belajar, aktif dalam memahami masalah sosial, dan yang paling utama adalah memberikan solusi nyata untuk kepentingan bersama,” pungkasnya.

Baca Juga:  China Bangun "Otak Pintar" untuk Mesin Bor Terowongan

Audiensi di Istana Wakil Presiden ditutup setelah penyampaian berbagai inovasi kesehatan serta arahan mengenai pengembangan talenta mahasiswa.

 (AKM/NID/RAD) 

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending