Connect with us

Entertainment

Rentetan Kronologi Kasus Pemerasan Codeblu hingga Dapat Respons dari DPR

Kontroversi Codeblu makin jadi sorotan setelah ia dituduh melakukan pemerasan terhadap toko kue CT.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 07t152907.939
Rentetan Kronologi Kasus Pemerasan Codeblu | Gambar: IG/@codebluuuu

MPN Indonesia 7 Maret 2025 - Kontroversi yang melibatkan kreator konten kuliner, William Anderson alias Codeblu, semakin menjadi sorotan setelah ia dituduh melakukan pemerasan terhadap toko kue CT.

Kasus ini bermula dari unggahan ulasan negatif yang dibuat Codeblu mengenai kualitas produk toko tersebut.

Seiring meningkatnya perhatian publik, kasus ini bahkan mendapat respons dari DPR yang mempertimbangkan regulasi lebih ketat terhadap kreator konten review makanan.

Awal Mula Kasus dan Tuduhan Pemerasan

Kasus ini bermula pada (15/11/2024) ketika Codeblu mengunggah ulasan mengenai toko cake and patisserie yang diduga mengirimkan kue nastar berjamur ke sebuah panti asuhan.

Dalam ulasan tersebut, Codeblu menyebut bahwa ia memperoleh informasi dari seseorang yang diduga bekerja di toko tersebut.

Selain menyinggung kualitas kue yang diklaim berjamur, ia juga mengkritik kondisi dapur toko tersebut.

Unggahan ini kemudian viral di media sosial dan memicu respons dari warganet yang ikut mengkritik toko kue CT.

Tuduhan yang disampaikan Codeblu dalam ulasan tersebut menimbulkan kontroversi, sehingga pihak toko merasa perlu memberikan klarifikasi terkait situasi ini.

Bantahan dari Pihak Toko Kue CT

Pada (17/11/2024), toko kue CT mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun media sosialnya untuk membantah tuduhan yang beredar.

Dalam pernyataan tersebut, pihak toko menyebut telah melakukan tinjauan internal dan tidak menemukan bukti adanya produk yang berjamur atau kedaluwarsa dalam distribusi mereka.

“Menanggapi isu yang beredar terkait tuduhan bahwa perusahaan kami telah mendistribusikan produk kedaluwarsa dan berjamur ke Panti Asuhan, perusahaan melakukan tinjauan internal dan tidak menemukan bukti tersebut,” tulis toko kue CT dalam pernyataan di Instagram-nya.

Baca Juga:  Polisi Tetapkan 112 Orang jadi Tersangka Karhutla Sepanjang 2026

Pihak toko juga menegaskan bahwa semua produk yang dikeluarkan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) telah melewati proses Quality Control dan aman untuk dikonsumsi.

Respons Codeblu

Setelah toko kue CT memberikan bantahan, Codeblu kembali mengunggah video yang berisi teguran terhadap toko tersebut.

Dalam video tersebut, ia menyatakan bahwa dirinya hanya menyalurkan informasi dari pihak yang ingin suaranya didengar.

“Gue cuma menyalurkan ini ada orang mau suaranya didengar, udah gue salurkan, selalu begitu,” kata Codeblu.

Unggahan lanjutan ini semakin memperpanjang kontroversi di media sosial. Sejumlah kreator konten review makanan, termasuk Codeblu, mulai mendapat sorotan publik.

Banyak pihak yang mengkhawatirkan bahwa ulasan tanpa verifikasi yang memadai dapat merugikan pelaku usaha kuliner.

Codeblu Minta Maaf

Pada 28 Februari 2025, Codeblu akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui unggahan videonya di Instagram.

Ia mengakui bahwa informasi yang disebarkannya berasal dari sumber yang tidak kredibel sehingga menyebabkan kerugan bagi pihak toko kue.

Ia pun berjanji untuk lebih hati-hati dalam menyebarkan informasi ke publik.

Diduga Lakukan Pemerasan

Setelah minta maaf, Codeblu justru dihadapkan pada kontroversi lainnya. Ia diduga telah melakukan pemerasan pada toko kue CT sebagai imbalan untuk menghapus video review negatifnya.

Tak tanggung-tanggung, Codeblu diduga meminta uang hingga Rp350 juta.

DPR Menyoroti Kasus Codeblu

Kasus ini tidak hanya menjadi perbincangan di media sosial, tetapi juga menarik perhatian DPR.

Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam menyoroti maraknya konten review makanan yang bisa merugikan kerugan bagi produsen maupun konsumen.

Mufti menduga ada kelalaian dari Kementerian Perdagangan dalam melindungi kedua pihak dan meminta tindakan tegas atas konten kreator yang meresahkan.

Baca Juga:  Bocah Australia Dibunuh Ayah, Sempat Ungkap Pesan Pilu: I Love You, Daddy

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending