Teknologi
Google Rilis Sederet Fitur Baru Pakai AI, Ada Deteksi SMS dan Telepon Penipuan
Google memperkenalkan fitur baru untuk mendeteksi penipuan dalam telepon dan pesan singkat di Android.
MPN Indonesia 10 Maret 2025 - Google memperkenalkan fitur baru yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi potensi penipuan dalam percakapan telepon dan pesan singkat di perangkat Android.
Dalam pengumuman resminya, Google menjelaskan bahwa fitur ini bekerja dengan mendeteksi percakapan yang mencurigakan, khususnya yang mengancam informasi pribadi pengguna.
Teknologi AI di dalamnya mampu mengenali pola komunikasi yang mengarah pada penipuan dan memberikan peringatan kepada pengguna secara real-time.
Bekerja Sama dengan Lembaga Keuangan
Menurut Google, banyak pelaku penipuan saat ini menggunakan metode spoofing, yaitu berpura-pura menjadi lembaga atau perusahaan tepercaya untuk memperoleh informasi sensitif korban.
Untuk mengatasi hal ini, Google telah bermitra dengan berbagai lembaga keuangan guna memahami pola kejahatan yang sering dialami pelanggan.
Data yang diperoleh kemudian digunakan untuk melatih model AI, sehingga dapat mendeteksi percakapan berisiko dan memperingatkan pengguna.
“Fitur-fitur ini secara khusus menargetkan penipuan percakapan, yang sering kali awalnya tampak tidak berbahaya sebelum berkembang menjadi situasi yang merugikan,” tulis Google dalam laman resminya, dikutip MPN Indonesia, Senin (10/3).
Cara Kerja Pendeteksi Penipuan Google
Jika sistem mendeteksi potensi penipuan, pengguna akan menerima notifikasi dan diberikan opsi untuk mengabaikan, melaporkan, atau memblokir nomor tersebut.
Google menegaskan bahwa fitur ini tidak akan diaktifkan secara otomatis. Pengguna harus masuk ke pengaturan untuk mengaktifkannya sesuai keinginan.
Fitur ini bekerja ketika pengguna menerima panggilan atau SMS dari nomor yang tidak terdaftar dalam kontak.
Dengan demikian, sistem dapat mengidentifikasi potensi ancaman tanpa mengganggu komunikasi dengan nomor yang telah dikenali sebelumnya.
Selain itu, Google memastikan bahwa percakapan pengguna tetap bersifat pribadi.
Jika pengguna memilih untuk melaporkan suatu percakapan sebagai spam, hanya detail pengirim dan pesan terakhir yang akan dibagikan ke Google dan operator untuk analisis lebih lanjut.
Sudah Diluncurkan di Tiga Negara
Fitur ini pertama kali diluncurkan dalam bahasa Inggris dan tersedia di Amerika Serikat (AS), Inggris Raya, serta Kanada.
Google menyatakan bahwa peluncuran di wilayah lain akan dilakukan secara bertahap.
Selama pengujian terbatas, Google menggunakan teknologi Gemini Nano untuk menganalisis panggilan dan mengidentifikasi pola penipuan.
“Menurut penelitian dan survei kami kepada pengguna beta, peringatan ini membantu orang lebih berhati-hati saat menggunakan telepon, mendeteksi aktivitas mencurigakan, dan menghindari menjadi korban penipuan melalui percakapan,” ungkap Google.
Selain pendeteksi penipuan SMS dan telepon, Google juga rilis fitur-fitu baru lainnya, seperti pemberitahuan waktu untuk melihat penawaran belanja, aplikasi permainan, hingga menemukan lokasi teman dan keluarga.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
