Connect with us

Berita

Beda Data Korban Pencabulan Kaporles Ngada: DP3A Bilang Tiga, Polda Sebut Satu

Terjadi perbedaan data jumlah korban dalam kasus pencabulan yang Kapolres Ngada nonaktif, AKBP Fajar Widyadharma Lukman.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 13t100933.861
Kapolres Ngada nonaktif Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja | Gambar: IG/@mediapolresngada

MPN Indonesia 13 Maret 2025 - Terjadi perbedaan data mengenai jumlah korban dalam kasus dugaan pencabulan yang melibatkan Kapolres Ngada nonaktif, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja.

Polda NTT menyatakan bahwa terdapat satu korban dalam kasus ini, sementara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kupang menyebut ada tiga korban.

Penjelasan Polda NTT

Dalam konferensi pers yang diadakan di Mapolda NTT pada Selasa (11/3), Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTT, Kombes Pol. Patar Silalahi mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan hanya menemukan satu korban, yakni anak berusia enam tahun.

Korban tersebut diduga dibawa oleh seorang perempuan berinisial F ke sebuah hotel tempat AKBP Fajar menginap.

Sebagai bukti keterlibatan AKBP Fajar di lokasi, polisi menemukan fotokopi Surat Izin Mengemudi (SIM) miliknya di bagian resepsionis hotel.

Kombes Patar juga mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Mabes Polri, AKBP Fajar telah mengakui perbuatannya.

Namun, hingga saat ini, Polda NTT belum menetapkan status tersangka terhadap perwira menengah tersebut.

Penjelasan DP3A

Di sisi lain, sehari sebelum pernyataan Polda NTT, Plt Kepala DP3A Kota Kupang, Imel Manafe mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan tiga korban dalam kasus pencabulan ini.

Menurutnya, ketiga korban masing-masing berusia 14 tahun, 12 tahun, dan 3 tahun.

“Pertama itu ada berita dari Pemerintah Australia itu langsung disampaikan ke kementerian PPPA. Dari Kementerian PPPA itu menyampaikan ke Polda NTT,” kata Imelda pada Senin (10/3), dikutip MPN Indonesia dari CNN Indonesia. 

(AKM/NID/RAD)

Baca Juga:  Eks CEO eFishery Gibran Huzaifah Ditahan Polisi, Diduga Gelapkan Dana Rp15 Miliar

Trending