Connect with us

Peristiwa

Kasus DBD Meningkat, Pasar Rebo Jadi Zona Rawan di Jakarta Timur

Pemkot Jakarta Timur gencarkan PSN untuk cegah lonjakan DBD. Kasus capai 285 pada 2025, Pasar Rebo jadi wilayah rawan. Warga diimbau terapkan 3M Plus & jumantik.

Logompn

Published

on

Kasus dbd meningkat, pasar rebo jadi zona rawan di jakarta timur
Kasus DBD Meningkat, Pasar Rebo Jadi Zona Rawan di Jakarta Timur. Gambar: MPN Indonesia/Arie

MPN Indonesia 14 Maret 2025 - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur terus meningkatkan upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menggencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan kasus DBD yang mengalami peningkatan, terutama di daerah rawan.

Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jakarta Timur, Herwin Meifendy, mengimbau masyarakat agar tidak bosan menerapkan metode 3M Plus sebagai langkah pencegahan utama.

Metode ini mencakup menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Selain itu, gerakan satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik) juga ditekankan sebagai upaya berkelanjutan dalam pengawasan populasi nyamuk.

Pasar Rebo Masuk Daerah Rawan DBD

Wilayah Pasar Rebo termasuk dalam daftar 10 kecamatan di DKI Jakarta yang memiliki risiko tinggi terhadap kasus DBD.

Faktor utama yang menyebabkan tingginya kasus di wilayah ini adalah keberadaan area terbuka dengan banyak pepohonan, seperti Tempat Pemakaman Umum (TPU) dan kawasan militer.

“Pasar Rebo ini bisa dibilang sudah banyak pepohonan, hutan, terutama di daerah area-area terbuka, misalkan di dekat TPU, kemudian di tempat-tempat militer seperti itu, di dekat Kopassus, itu masih banyak faktor-faktor dari DBD itu,” jelas Herwin Meifendy, kepada MPN Indonesia, pada Jumat (14/3).

Kasus DBD di Jakarta Timur Capai 285 pada 2025

Data terbaru mencatat bahwa kasus DBD di Jakarta Timur sepanjang 2025 telah mencapai 285 kasus.

Rinciannya, 133 kasus ditemukan pada Januari, 113 kasus pada Februari, dan hingga Rabu (12/3), tercatat 39 kasus di bulan Maret.

Baca Juga:  Warga Panic Buying, Antrean BBM di Aceh Capai 3 Km

Selama dua minggu terakhir, percepatan peningkatan kasus terjadi di beberapa kecamatan, yaitu Ciracas, Pulogadung, dan Cakung.

Tren mingguan menunjukkan fluktuasi, tetapi angka kasus DBD cenderung tetap tinggi.

Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat total 1.416 pasien DBD dari Januari hingga 9 Maret 2025.

Jakarta sebagai Daerah Endemis DBD

Jakarta dikenal sebagai daerah endemis DBD, yang berarti kasus penyakit ini selalu ditemukan setiap tahun.

Faktor cuaca menjadi salah satu elemen utama yang memengaruhi perkembangan kasus DBD di wilayah ini.

Dengan meningkatnya kasus di beberapa wilayah, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pemberantasan sarang nyamuk dan menerapkan pola hidup bersih guna menekan angka penyebaran DBD.

(AKM/NID/RAD)

Trending