Connect with us

Internasional

Dicap Pemimpin Tegas, Puluhan Ribu Warga Filipina Demo Minta Rodrigo Duterte Dibebaskan

20 ribu warga Filipina gelar unjuk rasa di Kota Davao pada Minggu (16/3), menuntut pembebasan Rodrigo Duterte.

Arthur

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 03 18t085006.188
Puluhan Ribu Warga Filipina Demo Minta Rodrigo Duterte Dibebaskan | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 18 Maret 2025 - Sekitar 20 ribu warga Filipina menggelar unjuk rasa di Kota Davao pada Minggu (16/3), menuntut pembebasan mantan presiden Rodrigo Duterte.

Dikutip MPN Indonesia dari Rappler, para demonstran itu menggelar aksi yang juga diwarnai doa bersama. Mereka berkumpul di Taman Rizal, dekat balai kota.

Unjuk rasa ini terjadi setelah Duterte ditangkap di Bandara Internasional Manila pada Rabu (12/3) sepulangnya dari Hong Kong.

Ia kini ditahan di Pusat Penahanan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda, atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait operasi antinarkoba yang dijalankan pada masa pemerintahannya.

Tuntutan Pendukung dan Reaksi Sara Duterte

Para pendukung Duterte meneriakkan yel-yel yang menyerukan pembebasannya.

Mereka juga meminta agar Duterte kembali menjabat sebagai wali kota Davao, posisi yang pernah diembannya selama beberapa dekade.

Putri Duterte, yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, menyampaikan pesan kepada para pendukungnya setelah bertemu dengan ayahnya di markas ICC pada Jumat (14/3).

Menurutnya, Duterte meminta masyarakat tetap tenang dan menunggu perkembangan kasusnya.

“Katanya, beri tahu mereka (warga Filipina): Santai aja. Semua hal memiliki akhir. Ada hari perhitungan. Ini pesan beliau kepada anda semua,” ujar Sara Duterte, dikutip MPN Indonesia dari Anadolu Agency.

Proses Hukum di ICC

Setelah penangkapannya, Duterte menjalani persidangan awal di Kamar Praperadilan ICC melalui tautan video pada Jumat (15/3).

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Julia Antoanella Motoc ini bertujuan mengonfirmasi identitasnya, memberitahukan hak-haknya, mengajukan dakwaan secara resmi, serta menetapkan jadwal sidang konfirmasi dakwaan.

Baca Juga:  Sara Duterte Siap Maju Pilpres Filipina 2028 di Tengah Ancaman Pemakzulan

Duterte dituduh bertanggung jawab atas ribuan kematian dalam operasi antinarkoba yang berlangsung dari 2016 hingga 2022.

Menurut data resmi pemerintah, sekitar 6.252 orang tewas dalam operasi tersebut.

Namun, kelompok hak asasi manusia mencatat angka korban mencapai sekitar 30.000 orang, termasuk mereka yang diduga menjadi korban eksekusi di luar hukum.

Duterte dan Posisi Politiknya

Sebelum ditangkap, Rodrigo Duterte sedang mencalonkan diri kembali sebagai wali kota Davao dalam pemilihan daerah yang dijadwalkan pada Mei mendatang.

Ia sebelumnya memimpin kota tersebut selama 22 tahun sebelum menjabat sebagai presiden Filipina pada 2016.

Demonstrasi yang terjadi di Davao mencerminkan kuatnya dukungan terhadap Duterte di kota kelahirannya.

Para pendukungnya menganggapnya sebagai pemimpin tegas yang membawa perubahan, sementara pihak oposisi dan komunitas internasional menilai kebijakan antinarkobanya kontroversial dan melanggar hak asasi manusia.

 (ADN/NID/RAD)

Trending