Internasional
Bank Dunia: Filipina dan Vietnam jadi Negara Menengah ke Atas
Bank Dunia menetapkan Vietnam dan Filipina sebagai negara menengah atas setelah kedua negara tersebut mencatat pertumbuhan ekonomi yang kuat.
MPN Indonesia 6 Juli 2026 - Bank Dunia menetapkan Vietnam dan Filipina sebagai negara menengah atas setelah kedua negara tersebut mencatat pertumbuhan ekonomi yang kuat selama bertahun-tahun, sebagaimana diumumkan dalam rilis resmi pada Rabu (1/7).
Perubahan status ini terjadi setelah kedua negara melampaui ambang batas pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita sebesar US$4.636, dengan Vietnam mencapai US$4.970 dan Filipina sebesar US$4.850 pada 2025.
“Vietnam menceritakan kisah pertumbuhan yang didukung oleh model berbasis ekspor,” kata Bank Dunia dalam rilis resminya.
“Negara ini mengalami lonjakan ekspor lebih dari 15% pada 2024 dan 2025, dengan pertumbuhan PDB masing-masing sebesar 7% dan 8%,” imbuhnya.
Gabung dengan RI, Malaysia, dan Thailand
Dengan kenaikan status tersebut, Vietnam dan Filipina kini bergabung dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara yang telah lebih dahulu berada dalam kategori negara menengah atas, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Sebelumnya, Vietnam berada dalam kategori negara berpendapatan menengah bawah sejak 2009, sementara Filipina menempati kategori yang sama sejak akhir 1980-an.
Pendapatan nasional bruto per kapita menjadi indikator utama dalam penetapan kategori ini.
Vietnam mencatat peningkatan GNI per kapita rata-rata sebesar 10% per tahun selama periode 2021 hingga 2025.
Sementara itu, Filipina mencatat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) rata-rata sebesar 5,8% per tahun dalam lima tahun terakhir.
Tantangan Selanjutnya bagi Filipina
Kenaikan status menjadi negara menengah atas membawa implikasi terhadap akses pembiayaan pembangunan.
Negara dengan status ini umumnya memiliki akses yang lebih terbatas terhadap pinjaman lunak yang tersedia saat masih berada dalam kategori negara berpendapatan menengah bawah.
Filipina selama ini memperoleh pinjaman dengan bunga di bawah tingkat pasar untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pemulihan pascabencana, serta program sosial.
Kepala Ekonom Union Bank of the Philippines, Ruben Carlo Asuncion, menjelaskan bahwa perubahan klasifikasi mencerminkan peningkatan kemandirian suatu negara.
“Semakin tinggi posisi suatu negara dalam klasifikasi Bank Dunia, semakin mandiri negara tersebut dalam memenuhi kebutuhan dan membiayai pembangunannya,” ujar Asuncion.
Meskipun telah mencapai status negara menengah atas, Filipina kemungkinan masih menghadapi sejumlah tantangan dalam beberapa tahun ke depan.
Pemerintah memangkas target pertumbuhan ekonomi untuk periode 2026–2030 akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta dampak fenomena El Nino.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
