Connect with us

Berita

Penyewa Tenant Minta Erick Thohir Turun Tangan Imbas Sepi Pengunjung di Bandara Halim Perdanakusuma

Penyewa tenant Bandara Halim keluhkan sepinya pengunjung, biaya sewa tinggi, dan fasilitas minim. Mereka meminta Menteri BUMN Erick Thohir turun tangan.

Logompn

Published

on

Sepi pengunjung, penyewa tenant bandara halim perdanakusuma minta erick thohir turun tangan
Sepi Pengunjung, Penyewa Tenant Bandara Halim Perdanakusuma Minta Erick Thohir Turun Tangan. Gambar: MPN Indonesia/Arie

MPN Indonesia 21 Maret 2025 - Para penyewa tenant di Bandara Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, mengungkapkan keluhan terkait sepinya pengunjung dan terbatasnya fasilitas bandara.

Permintaan agar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir turun tangan disampaikan langsung oleh para penyewa, yang merasa kondisi ini telah berlangsung cukup lama tanpa solusi konkret dari pengelola.

Penurunan Jumlah Penumpang Berdampak pada Omzet Penyewa

Keluhan disampaikan oleh Hanna, salah satu penyewa tenant, pada Selasa (18/3/2025).

Ia menjelaskan bahwa meskipun libur Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah semakin dekat, jumlah pembeli tetap rendah.

Situasi ini bahkan memaksanya mengurangi jumlah pegawai karena penurunan omzet yang signifikan.

“Penurunan jumlah pembeli ini sudah lama, dan bukan karena bulan puasa. Jauh sebelum bulan puasa juga sudah turun, 50 persen lah turunnya,” kata Hanna kepada MPN Indonesia di Jakarta Timur, pada Selasa (18/3).

Ia menilai bahwa turunnya jumlah penumpang yang bepergian melalui Bandara Halim Perdanakusuma menjadi penyebab utama sepinya usahanya.

Biaya Sewa Tinggi, Fasilitas Minim

Selain jumlah penumpang yang menurun, Hanna menyoroti kenaikan biaya sewa yang dianggap tidak sebanding dengan kondisi operasional di lapangan.

Ia membandingkan situasi saat Bandara Halim Perdanakusuma masih dikelola oleh Angkasa Pura II, di mana jumlah penumpang tinggi dan aktivitas tenant berjalan lancar.

“Dulu saat bandara masih dikelola AP (Angkasa Pura) penumpang banyak yang makan. Ibaratnya untuk makan itu harus gantian, antre. Sekarang boro-boro ada yang datang makan,” ujarnya.

Baca Juga:  Cirebon Dikepung Banjir, 17 Desa Terendam usai Air Sungai Meluap

Meskipun bandara telah mengalami revitalisasi, menurut Hanna, aktivitas penerbangan belum kembali seperti sebelumnya.

Ia menilai pengelolaan baru oleh PT ATS belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah penumpang.

Penyewa Minta Perhatian Erick Thohir

Permintaan agar Erick Thohir memberikan perhatian khusus terhadap kondisi di Bandara Halim Perdanakusuma disuarakan langsung oleh para penyewa.

Mereka merasa sudah terlalu lama menghadapi situasi ini tanpa kejelasan solusi dari pengelola.

“Kami diminta bayar sewa tepat waktu, kalau tidak diberi sanksi. Tapi penumpang setiap hari nggak ada, pernah satu hari kami hanya dapat uang Rp200 ribu,” tambah Hanna.

“Dahulu, penumpang yang datang itu untuk makan saja harus antre, tapi sekarang dari pagi sampai siang saja ada satu pengunjung kami sudah bersyukur. Pak Erick Thohir, tolong perhatikan kami,” ujarnya lagi.

Fasilitas Kurang Mendukung Aktivitas Tenant

Keluhan tidak hanya datang dari sisi penurunan jumlah pengunjung, tetapi juga dari buruknya kondisi fasilitas.

Evan, penyewa tenant lainnya, mencontohkan rusaknya pendingin ruangan di restoran cepat saji miliknya yang baru diperbaiki setelah enam bulan.

“Toiletnya mampet, sampai hari ini tak juga diperbaiki. Bahkan sebelumnya kondisi AC yang rusak baru diperbaiki enam bulan berikutnya. Kalau begini terus ya pasti pembeli akan kabur,” terang Evan.

Tanggapan Pengelola Bandara

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Humas Bandara Halim Perdanakusuma, Hikmat Aswan, mengaku baru mengetahui masalah yang dihadapi para penyewa.

Ia menyatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap laporan yang masuk.

“Laporan ini perlu dicek dulu sumber dan faktanya, saya baru dengar ini,” kata Hikmat.

(AKM/NID/RAD)

Trending