Connect with us

Viral

Geger! Kantor Tempo Diteror Kepala Babi Tanpa Telinga

Kantor Tempo menerima paket kepala babi tanpa telinga, diduga sebagai bentuk teror terhadap jurnalis. Insiden ini memicu kekhawatiran atas kebebasan pers di Indonesia.

Logompn

Published

on

Geger! kantor tempo diteror kepala babi tanpa telinga
Geger! Kantor Tempo Diteror Kepala Babi Tanpa Telinga. Gambar : WAPEMRED TEMPO/ BAGJA HIDAYAT

MPN Indonesia 21 Maret 2025 - Paket berisi kepala babi tanpa telinga diterima oleh kantor Tempo di Jakarta pada Rabu (19/3), dalam sebuah insiden yang dikategorikan sebagai tindakan teror oleh pihak redaksi.

Pengiriman tersebut ditujukan langsung kepada wartawan politik Tempo, Francisca Christy Rosana, yang dikenal dengan panggilan Cica.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 16.15 WIB dan memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan jurnalis serta kebebasan pers di Indonesia.

Kronologi Penerimaan dan Penemuan Paket

Paket dalam bentuk kardus yang dibungkus dengan styrofoam pertama kali diterima oleh petugas satuan pengamanan kantor Tempo pada sore hari Rabu (19/3).

Paket tersebut tidak mencantumkan nama pengirim secara jelas, namun tertulis alamat tujuan kepada Cica.

Paket tersebut diletakkan di kantor hingga keesokan harinya, saat Cica kembali dari tugas peliputan pada Kamis (20/3) sekitar pukul 15.00 WIB bersama rekannya, Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran.

Setelah kardus dibawa ke dalam kantor, Hussein membuka bagian atasnya dan langsung mencium bau busuk yang menyengat.

Ketika isi kardus diperiksa, mereka menemukan kepala babi dalam kondisi kedua telinganya telah terpotong.

Cica, Hussein, dan beberapa wartawan lainnya kemudian segera memindahkan kardus tersebut ke luar gedung untuk menghindari gangguan bau dan melanjutkan pemeriksaan terhadap isi paket.

Respons Redaksi Tempo terhadap Insiden

Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menyampaikan pernyataan resmi pada (20/3) bahwa tindakan ini merupakan bentuk intimidasi terhadap jurnalis dan upaya teror yang mengancam kebebasan pers.

Ia menegaskan bahwa redaksi sedang mempersiapkan sejumlah langkah sebagai respons terhadap insiden ini.

Baca Juga:  Bos Smelter Terdakwa Korupsi Timah Suparta Meninggal, Jerat Hukumnya Gugur

“Kami sedang menyiapkan langkah-langkah selanjutnya sebagai respons atas kejadian ini,” ujar Setri kepada wartawan, pada Kamis (20/3).

Tempo memandang pengiriman kepala babi tersebut sebagai bentuk teror yang ditujukan untuk membungkam jurnalisme kritis yang dijalankan oleh institusi mereka.

Hingga saat ini, belum ada informasi pasti mengenai siapa yang mengirim paket tersebut atau apa motif yang mendasarinya.

Profil Penerima Paket dan Potensi Latar Belakang

Francisca Christy Rosana, atau Cica, adalah jurnalis politik aktif di Tempo dan juga dikenal sebagai pembawa acara siniar “Bocor Alus Politik”.

Dalam pekerjaannya, Cica rutin meliput isu-isu politik dan pemerintahan, menjadikannya salah satu jurnalis yang cukup dikenal di bidangnya.

Hingga saat ini, tidak ada informasi yang mengaitkan isi peliputan Cica atau konten siniar tertentu dengan aksi pengiriman kepala babi.

Namun, redaksi menilai kondisi kepala babi tanpa telinga sebagai bentuk simbolik dari intimidasi yang ditujukan kepada jurnalis serta institusi media secara keseluruhan.

Tindakan Keamanan dan Proses Investigasi

Sampai dengan informasi terakhir, belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian atau otoritas hukum mengenai penyelidikan kasus ini.

Belum diketahui pula apakah Tempo telah mengajukan laporan resmi kepada aparat penegak hukum.

Langkah-langkah pengamanan tambahan juga belum diumumkan ke publik, namun redaksi menyampaikan bahwa mereka terus memantau situasi dan akan mengambil tindakan yang diperlukan demi menjaga keselamatan jurnalisnya.

Kantor Tempo menyatakan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas jurnalistik meskipun dihadapkan pada bentuk teror.

Simbol Teror terhadap Kebebasan Pers

Pengiriman kepala babi yang dilakukan tanpa disertai informasi pengirim dan dalam kondisi tidak lazim, dinilai sebagai simbol teror.

Aksi ini menjadi bagian dari kasus kriminal yang memicu kekhawatiran baru dalam konteks hukum dan kriminal, khususnya terkait perlindungan terhadap pekerja media.

Baca Juga:  WNA Asal Taiwan Ditetapkan jadi Tersangka Utama Dugaan Penyeludupan 1,16 Ton Ketamin

Insiden ini menambah daftar kasus kriminal yang menimpa jurnalis di Indonesia dan menjadi sorotan dalam diskusi mengenai keselamatan pers.

Hingga kini, belum ada pihak yang mengklaim tanggung jawab atas pengiriman paket tersebut maupun mengungkap tujuan spesifik dari aksi teror yang dialami kantor Tempo.

(AKM/NID/RAD)

Trending