Berita
Aksi Tolak UU TNI di Depan Gedung Negara Grahadi Surabaya Berujung Ricuh
Aksi demonstrasi tolak UU TNI di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, berlangsung ricuh pada Senin (24/3).
MPN Indonesia 25 Maret 2025 - Demonstrasi dan aksi massa menolak UU TNI di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, berlangsung ricuh pada Senin (24/3).
Di video-video yang beredar di media sosial, terlihat massa aksi berhadapan dengan barikade polisi bersenjata lengkap.
“AKSI TGL 24 MARET 2025 pukul 18.30. Massa dipaksa mundur dari Jl. Gubernur Suryo hingga terpecah ke Jl. Yos Sudarso, Jl. Pemuda, dan Jl. Jenderal Sudirman. Hal ini menyebabkan beberapa masyarakat sipil pengguna jalan terkena semprotan watercanon,” demikian tulis keterangan unggahan BEM SI Jatim, dikutip MPN Indonesia dari Instagram @bemsi_jatim.
Disemproti Gas Air Mata
Salah satu video yang beredar di media sosial memperlihatkan mobil watercanon polisi menyemprotkan gas air mata ke arah massa aksi sekitar pukul 16.30 WIB.
Terlihat ada satu pria yang terjebak di kawat berduri polisi. Massa aksi pun berbondong-bondong melindungi pria tersebut dengan berusaha mengangkat papan untuk menghalangi semburan gas air mata.
Terdengar teriakan dari massa aksi agar polisi menghentikan semprotan gas air mata.
Kericuhan makin memanas usai break buka puasa karena massa aksi melempari polisi.
Polisi pun memukul mundur massa aksi, hingga akhirnya pada pukul 19.00 WIB massa aksi dipastikan benar-benar bubar.
Respons Netizen
Unggahan ini pun langsung menuai banyak komentar netizen. Banyak yang menyayangkan tindakan kepolisian, namun ada juga yang mengkritik aksi demo itu.
“Itu matanya yg nyemprot air nggk liat ada yg nyangkut pager masih diterusin aja,” saut yang lain.
“Astaghfirullah.. stay safe kawan😢. Lindungi mereka ya Rabb,” komentar warganet.
“Hahahaha ngakak nyangkut… Kalo udah celaka nyalahin polisi 😂 lucunya mahasewa ini,” ujar yang lain.
Isi Tuntutan Massa Aksi
Aksi protes ini dipicu oleh pengesahan RUU TNI menjadi undang-undang oleh DPR dalam rapat paripurna pada Kamis (20/3) lalu.
Massa aksi menolak sejumlah poin dalam revisi UU TNI yang dinilai membuka jalan bagi kebangkitan dwifungsi militer.
Dalam aksi di Surabaya, massa membawa spanduk bertuliskan “Tolak dwifungsi dan tolak revisi UU TNI” dan menyanyikan lagu Bayar Bayar Bayar karya Band Sukatani.
Terdapat delapan tuntutan utama yang disuarakan massa dalam demonstrasi ini, antara lain:
- Menolak revisi UU TNI
- Menolak perluasan peran TNI di ranah sipil
- Menolak penambahan kewenangan TNI dalam operasi militer selain perang terutama di ranah siber
- Pembubaran komando teritorial
- Penarikan militer dari tanah Papua
- Pengembalian TNI ke barak
- Revisi UU Peradilan Militer untuk menghapus impunitas
- Pencopotan TNI aktif dari jabatan sipil.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
