Ekonomi
Kenaikan Tarif Impor AS Ancam Industri Tekstil Nasional, Ribuan Pekerja di Indonesia Terancam PHK
Kebijakan tarif impor baru AS terhadap produk tekstil Indonesia bisa sebabkan kerugian ekspor miliaran dolar dan ancaman PHK bagi 3 juta pekerja TPT.
MPN Indonesia 8 April 2025 - Pemerintah Amerika Serikat menetapkan tarif impor baru terhadap produk asal luar negeri, termasuk produk tekstil dari Indonesia. Kebijakan ini mulai berlaku pada awal 2025 dan mencakup peningkatan tarif hingga lebih dari 50% untuk beberapa jenis produk.
Produk yang terdampak mencakup pakaian jadi, kain, dan benang yang selama ini menjadi komoditas utama ekspor dan impor Indonesia ke pasar Amerika.
Nilai Ekspor Tekstil Indonesia ke Amerika Serikat
Berdasarkan pemantauan MPN Indonesia dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa (8/4), total ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia ke Amerika Serikat pada tahun 2023 tercatat lebih dari USD 6 miliar. Produk ekspor terdiri dari pakaian jadi, kain, dan benang. Amerika Serikat merupakan pasar ekspor terbesar kedua untuk TPT Indonesia setelah Tiongkok.
Dikutip MPN Indonesia dari DataIndonesia.id, sekitar 49% dari total ekspor pakaian jadi Indonesia ditujukan ke pasar Amerika Serikat. Tarif impor baru meningkatkan biaya masuk produk Indonesia, dan perusahaan pembeli asal AS berpotensi beralih ke negara lain yang memiliki tarif rendah.
Dampak terhadap Tenaga Kerja di Industri Tekstil
Industri TPT di Indonesia menyerap lebih dari 3 juta tenaga kerja secara langsung. Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyatakan bahwa penurunan permintaan dari pasar Amerika Serikat dapat menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sentra industri, termasuk Bandung, Majalaya, Solo, dan Pekalongan.
API melaporkan bahwa dalam dua tahun terakhir, sebanyak 60 perusahaan tekstil di Indonesia telah tutup. Akibatnya, sekitar 250.000 pekerja terdampak PHK.
Selain itu, pabrik-pabrik mengalami kelebihan kapasitas dan penurunan volume produksi akibat penurunan permintaan ekspor.
Kebijakan Tarif dan Peran Tokoh Publik
Tarif impor tinggi merupakan bagian dari kebijakan proteksionis yang sebelumnya didorong oleh Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat. Kebijakan tersebut melibatkan peningkatan bea masuk terhadap sejumlah produk asing untuk mendukung industri dalam negeri Amerika.
Kebijakan tarif yang diterapkan saat ini masih mengikuti arah proteksi industri domestik seperti yang terjadi pada masa pemerintahan sebelumnya.
Hubungan Dagang dan Ekspor-Impor
Tarif impor baru dari Amerika Serikat terhadap produk tekstil Indonesia berdampak pada struktur biaya perdagangan.
Biaya masuk yang tinggi memengaruhi volume ekspor Indonesia ke AS. Dalam sistem perdagangan internasional, kebijakan dari negara mitra dagang seperti Amerika Serikat berdampak pada alur ekspor dan impor, termasuk dalam sektor tekstil.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
