Connect with us

Politik

Prabowo Ingin Hapus Kuota Impor: Siapa yang Mampu dan Mau, Silakan!

Prabowo meminta penghapusan kuota impor untuk sejumlah komoditas penting.

Adinda

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 10t100003.674
Prabowo Subianto saat pidato di acara Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri, Selasa (8/4) | Gambar: Tim Media Presiden

MPN Indonesia 10 April 2025 - Presiden Prabowo Subianto meminta penghapusan kuota impor untuk sejumlah komoditas penting yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Berkaitan dengan hal itu, Prabowo menyatakan dirinya telah menginstruksikan secara langsung kepada jajaran menteri terkait.

Menurutnya, siapa saja yang memiliki kemampuan dan keinginan untuk mengimpor diperbolehkan melakukannya tanpa pembatasan kuota.

“Siapa yang mampu, siapa yang mau impor, silakan, bebas. Tidak lagi kita tunjuk-tunjuk hanya ini yang boleh, itu tidak boleh,” kata Prabowo pada acara Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4), dikutip MPN Indonesia dari presidenri.go.id.

Tak Ingin Menghambat Pelaku Usaha

Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menyederhanakan regulasi yang selama ini dianggap menghambat pelaku usaha.

Ia menilai bahwa pengusaha memainkan peranan penting dalam perekonomian nasional, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan kontribusi terhadap penerimaan negara.

“Para pengusaha itu menciptakan lapangan kerja. Pengusaha itu adalah pelaku yang di depan. Oke, dia boleh cari untung, enggak ada masalah. Tapi kita juga minta para pengusaha bayar pajak yang benar,” ujarnya.

Daging Termasuk Komoditas Prioritas

Prabowo secara khusus menyebutkan daging sebagai salah satu komoditas yang akan terbuka untuk impor oleh siapa saja.

Ia menekankan bahwa selama ini hanya perusahaan tertentu yang mendapat izin impor melalui sistem kuota, yang dinilai tidak adil dan menghambat persaingan sehat.

“Siapa saja boleh impor. Mau impor apa, silakan buka saja. Rakyat kita juga pandai kok, iya kan. Bikin kuota-kuota, abis itu perusahaan A, B, C, D yang hanya ditunjuk. Hanya dia boleh impor, enak saja,” jelas Prabowo.

Baca Juga:  Naikkan Pajak 250%, Bupati Pati Tantang 50 Ribu Pendemo: Saya Tidak akan Ubah Keputusan

(AKM/NID/RAD)

Journalism graduate with a passion for media and technology. With experience in SEO writing, shares insights on the latest trends and developments in the digital world.

Trending