Politik
Naikkan Pajak 250%, Bupati Pati Tantang 50 Ribu Pendemo: Saya Tidak akan Ubah Keputusan
Pemerintah Kabupaten Pati menyesuaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen untuk 2025.
Jawa Tengah, MPN Indonesia 5 Agustus 2025 - Pemerintah Kabupaten Pati menetapkan kebijakan pemerintah berupa penyesuaian tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen untuk 2025.
Kebijakan pajak ini diumumkan Bupati Pati, Sudewo, usai rapat intensifikasi PBB-P2 bersama camat dan anggota Pasopati di Kantor Bupati Pati pada Mei lalu.
Informasi ini menyebar luas setelah video pernyataan Sudewo yang menantang 50.000 pendemo beredar di media sosial seperti TikTok dan Twitter.
“Saya tunggu, silakan lakukan. Jangankan hanya lima ribu orang, 50 ribu orang aja suruh kerahkan. Saya tidak akan gentar, saya tidak akan merubah keputusan,” kata Sudewo, dilihat MPN Indonesia dari X @yaniarsim.
PBB di Pati Rendah dibanding Wilayah Lain
Berdasarkan penjelasan di laman resmi Humas Kabupaten Pati, penyesuaian tarif dilakukan mengingat tarif PBB tidak mengalami kenaikan selama 14 tahun.
“Kami saat ini sedang berkoordinasi dengan para camat dan PASOPATI untuk membicarakan soal penyesuaian Pajak Bumi Bangunan (PBB). Telah disepakati bersama bahwa kesepakatannya itu sebesar ±250% karena PBB sudah lama tidak dinaikkan, 14 tahun tidak naik,” kata Sudewo pada 18 Mei lalu.
Menurutnya, penerimaan PBB di Kabupaten Pati saat ini hanya sebesar Rp29 miliar. Angka ini dilai kecil jika dibandingkan dengan Jepara Rp75 miliar, Rembang Rp50 miliar, Kudus Rp50 miliar.
“Padahal, Kabupaten Pati lebih besar daripada Kabupaten Jepara, Kabupaten Rembang. Kabupaten Kudus,” tambahnya.
Hasilnya bakal Dipakai untuk Pembangunan Infrastruktur
Dana dari kenaikan PBB-P2 tersebut direncanakan akan digunakan untuk sejumlah proyek seperti pembangunan infrastruktur jalan, pembenahan RSUD RAA Soewondo, pengembangan sektor pertanian dan perikanan.
“Beban kami pembangunan infrastruktur jalan, pembenahan RSUD RAA Soewondo, pertanian, perikanan, semuanya membutuhkan anggaran yang sangat tinggi. Alhamdulillah, para camat dan kepala desa sepakat untuk melaksanakan ini,” ujar Sudewo.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
