Connect with us

Viral

Viral! Remaja Ini Diduga Sampaikan Kekecewaan ke Gubernur Jabar karena Rumahnya Dibongkar

Remaja perempuan viral setelah kecewa soal penggusuran rumah di bantaran Kali Bekasi.

Logompn

Published

on

Viral! remaja ini diduga sampaikan kekecewaan ke gubernur jabar karena rumahnya dibongkar
Remaja di Bekasi mengunggah video kritik tentang kebijakan penggusuran rumahnya. Gambar : Kolase Tangkapan Layar TikTok/iam_auracinta/CNBC Indonesia/Tri Susilo

MPN Indonesia 23 April 2025 - Seorang remaja perempuan menjadi sorotan setelah mengunggah video berisi kritik terhadap kebijakan penggusuran rumah di bantaran Kali Bekasi, yang merupakan bagian dari program normalisasi sungai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Video tersebut diunggah melalui akun TikTok @iam_auracinta pada Minggu (20/4) dan viral di media sosial karena menyoroti dampak sosial yang dirasakan warga akibat program tersebut.

Kebijakan Normalisasi Sungai oleh Pemerintah Provinsi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi diketahui sedang gencar menjalankan program normalisasi sungai di berbagai wilayah di provinsi tersebut. 

Salah satu bentuk implementasi dari program ini adalah pembongkaran bangunan liar yang berdiri di bantaran sungai, termasuk di Kali Bekasi. Langkah ini diambil dengan tujuan memperlancar aliran sungai dan mencegah bencana banjir di masa mendatang.

Namun, kebijakan tersebut menuai kritik dari sejumlah warga yang terdampak, termasuk dari seorang remaja yang rumah-nya ikut digusur. @iam_auracinta menilai proses penggusuran dilakukan tanpa melalui musyawarah atau pemberitahuan yang layak kepada warga.

Kritik Remaja Terdampak dalam Unggahan Media Sosial

Dalam unggahan remaja perempuan, @iam_auracinta tersebut mengajak publik membayangkan bagaimana rasanya rumah mereka dihancurkan secara sepihak. 

“Coba bayangin jika rumahmu dihancurkan tanpa musyawarah. Kami memang tinggal di tanah negara, tapi kami hidup dan membangun di sana selama bertahun-tahun,” tulis @iam_auracinta dari TikTok pribadinya, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (23/4).

@iam_auracinta juga mengungkapkan bahwa setelah bangunan mereka dihancurkan, puing-puingnya diangkut dan dijual tanpa izin. 

Baca Juga:  Tarif TransJakarta Masih Stabil di Tengah Uji Coba Rute Baru

“Sekarang, bukan hanya rumah yang hilang, puingnya pun di angkut dan dijual tanpa izin. Katanya ada kompensasi, tapi yang kami pegang hanya sisa reruntuhan.,” tuturnya.

Dalam video yang beredar, tampak alat berat sedang menghancurkan bangunan, disusul dengan kemunculan remaja tersebut di atas reruntuhan sambil menyampaikan sindiran. Ia berkata, “Lucu ya, katanya pembangunan tapi yang dikorbanin rakyat kecil.”

Sorotan Terhadap Dampak Sosial dan Kurangnya Dialog

Remaja itu juga mempertanyakan proses pengambilan keputusan yang tidak melibatkan warga secara langsung. Ia mengatakan, “Katanya demi rakyat, tapi kenapa rakyat disingkirkan? Kalau ini untuk kebaikan, kenapa kami tak pernah diajak bicara? ”

@iam_auracinta menambahkan bahwa proyek-proyek besar kerap diklaim sebagai upaya untuk kemajuan, tetapi pada kenyataannya justru mengorbankan masyarakat kecil. “Katanya untuk rakyat, tapi kenapa justru rakyat kecil yang dikorbanin,” lanjutnya.

Melalui pernyataannya, ia juga mengungkapkan keprihatinan atas kebijakan-kebijakan pemerintah lain yang dianggapnya tidak berpihak pada masyarakat kecil, termasuk pelarangan wisuda dan pembangunan infrastruktur yang berdampak pada pemukiman warga.

Seruan Penghargaan terhadap Hak Asasi dan Kemanusiaan

Remaja perempuan tersebut menyatakan bahwa suaranya mewakili mereka yang tidak dapat bersuara. 

“Engga semua orang tuh bisa teriak, jadi gue yang bersuara. Karena diam bukan berarti rela dan ngomong bukan berarti ngelawan,” kata @iam_auracinta.

@iam_auracinta mengungkapkan bahwa rumah-nya telah digusur selama empat hari terakhir, dan menyatakan kekhawatirannya bahwa hal serupa bisa terjadi pada warga lain. 

“Hari ini, hari ke-4 rumah gue digusur, mungkin besok rumah kalian juga digusur. Lihat nih, dibungkus rapi atas nama pembangunan, tapi keadilan ke mana?” ungkapnya.

Dalam penutup videonya, @iam_auracinta tersebut mengingatkan bahwa kekuasaan bersifat sementara, namun dampak psikologis dari kebijakan pemerintah seperti ini bisa bertahan lama.

Baca Juga:  Polda Metro Bongkar Penyelundupan Sabu dalam Pakan Burung di Bekasi

“Jabatan kalian bakal habis, tapi trauma mereka engga akan pergi,” tutupnya.

Beberapa netizen tidak membela remaja perempuan, bahkan ada netizen menyebut bahwa pentingnya kesepakatan sebelum membangun di tanah yang bukan milik pribadi.

“Mereka membongkar tanpa musyawarah denganmu? hei nona apakah orang tuamu sebelum membangun rumah sudah bermusyawarah dengan yg punya lahan?,” tulis netizen di kolom komentar unggahan video TikTok @its*******, dikutip MPN Indonesia dari unggahan video TikTok @iam_auracinta.

“Lu tau, emak gw beli tanahnya aja 180jt. Itupun blm bangun rumahnya. Lah elu, tanah gratisan wahai the next tarwiyah,” tulis netizen @ds***.

“Ini mah ibarat yang punya hutang lebih galak dri yang nagih” tulis @nia************.

(AKM/NID/RAD)

Trending