Connect with us

Berita

Berantas Aksi Premanisme di Kota Bogor, Ratusan Pengamen Jalanan Ikuti Audisi

Pemkot Bogor gelar audisi pengamen untuk hentikan aksi di angkot dan lampu merah, sekaligus dorong mereka jadi seniman profesional di ruang publik.

Logompn

Published

on

Berantas aksi premanisme di kota bogor, ratusan pengamen jalanan ikuti audisi
Berantas Aksi Premanisme di Kota Bogor, Ratusan Pengamen Jalanan Ikuti Audisi. Gambar: MPN Indonesia/Dimas

MPN Indonesia 24 April 2025 - Pemerintah Kota Bogor menggelar audisi dan kurasi bagi ratusan pengamen jalanan sebagai bagian dari langkah strategis dalam memberantas premanisme di wilayahnya.

Kegiatan ini berlangsung di Taman Ekspresi pada Selasa (22/4), dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Iceu Pujiati.

Upaya Pemkot Memberantas Premanisme Melalui Kurasi Pengamen

Audisi ini merupakan bagian dari tindak lanjut kegiatan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Premanisme yang telah dibentuk Pemerintah Kota.

Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas mengamen di dalam angkutan kota (angkot), sebuah bentuk premanisme yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Salah satu targetnya adalah tidak ada lagi pengamen di angkutan kota (angkot),” ujar Jenal Mutaqin kepada MPN Indonesia di Taman Ekspresi, Bogor pada Selasa (22/4).

Meskipun tidak seluruh pengamen melakukan pelanggaran, seluruhnya tetap diwajibkan mengikuti proses audisi dan kurasi sebagai upaya pendataan serta penataan.

Jenal menyampaikan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan martabat para pengamen, menjadikan mereka seniman yang dihargai di Kota Bogor.

“Ini juga sebagai wujud komitmen pemerintah untuk mengangkat derajat para pengamen menjadi seniman Kota Bogor. Kita naikkan kelasnya, derajatnya,” jelasnya.

Penempatan Baru dan Fasilitas untuk Pengamen

Pengamen yang lolos kurasi akan ditempatkan di berbagai titik strategis di Kota Bogor, tidak hanya terbatas pada taman-taman kota, tetapi juga di berbagai tempat usaha seperti kafe, restoran, dan warung taman.

Baca Juga:  MAN 1 Tegal Bantah Keluarkan Siswi karena Raih Juara Popda

“Kita tempatkan tidak hanya di taman, tapi ada yang di kafe, restoran, warung taman, dan sebagainya,” lanjut Jenal.

Langkah ini diharapkan dapat mengalihkan sumber penghasilan pengamen dari aktivitas di simpang lampu lalu lintas dan angkutan kota ke ruang-ruang publik yang lebih tertata, di mana masyarakat bisa memberi secara sukarela.

Selain aspek penempatan, audisi ini juga menjadi sarana pembinaan bagi para pengamen, termasuk penilaian terhadap penampilan, kualitas musik, dan perilaku seperti tidak mengonsumsi minuman keras.

Komitmen terhadap Kebijakan Anti-Miras dan Penguatan Spot Seni

Jenal Mutaqin juga menegaskan konsistensinya dalam memerangi peredaran alkohol ilegal yang dinilainya sebagai salah satu penyebab utama premanisme.

“Miras adalah faktor penyebab premanisme, balap liar, tawuran, pengamen rese, maka ini ikhtiar saya mengajak semua berhenti,” tegasnya.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap program ini, Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor menyiapkan fasilitas pendukung, termasuk spot semi permanen yang dilengkapi aliran listrik untuk kebutuhan peralatan musik.

Kepala Dinas, Juniarti Estiningsih, menyebutkan, “Untuk spot-nya ada 10–12 spot. Karena satu taman ada yang bisa diisi oleh dua atau tiga spot seperti Alun-Alun Kota Bogor.”

Pembentukan Grup Musik dan Partisipasi Event Musik

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 233 pengamen dikurasi dan dibentuk menjadi grup-grup musik untuk mempermudah pembinaan dan penjadwalan tampil di berbagai lokasi.

Kepala Disparbud Kota Bogor, Iceu Pujiati, menyatakan bahwa para pengamen tersebut akan diarahkan untuk tampil di berbagai event musik di tingkat kota, provinsi, hingga nasional.

“Ini adalah ikhtiar Pak Wali dan Pak Wakil untuk meng-upgrade kualitas kompetensi dari para mitra kerja dari Parbud,” ungkapnya.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Bogor berharap dapat menata aktivitas pengamen secara lebih manusiawi dan profesional, sambil tetap menjalankan agenda utama pemberantasan premanisme dan penguatan karakter seni di ruang publik Kota Bogor.

Baca Juga:  Ngaku Keluarga Buaya, Pria di Sulsel ini Malah Diterkam

(DIM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending