Connect with us

Berita

BNN Musnahkan Dua Ladang Ganja Puluhan Hektare di Aceh

BNN musnahkan dua ladang ganja seluas puluhan hektare di pegunungan Aceh pada Kamis (24/4).

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 26t120415.964
BNN dan aparat terkait saat musnahkan ladang ganja di Aceh | Gambar: MPN Indonesia/Arie

Aceh, MPN Indonesia 27 April 2025 - Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan dua ladang ganja seluas puluhan hektare dengan total berat 12 ton di pegunungan Aceh pada Kamis (24/4).

Operasi ini merupakan hasil kerja sama BNN, Badan Informasi Geospasial (BIG), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan mengoptimalkan teknologi Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) untuk pemantauan udara.

Penemuan Dua Ladang Ganja di Aceh

Menurut Direktur Pemberantasan BNN, Irjen I Wayan Sugiri, penemuan dua titik ladang ganja tersebut bermula dari pemantauan udara menggunakan drone.

“Kita gunakan drone untuk memantau dari udara ladang-ladang ini guna memastikan jika itu ladang ganja, terlebih lokasi ladang ada di perbukitan,” jelas Wayan Sugiri kepada MPN Indonesia pada Jumat (25/4) di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur.

Ladang pertama terletak di Desa Maheng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, pada ketinggian 224 Meter Di Atas Permukaan Laut (MDPL).

Area ini memiliki luas sekitar ±2 hektare. Dalam penggerebekan, petugas menemukan sekitar 15.000 batang pohon ganja dengan tinggi tanaman bervariasi antara 50 cm hingga 250 cm.

“Ladang pertama yang kita temukan di Desa Maheng terdapat 15.000 batang pohon dengan tinggi tanaman 50 cm hingga 250 cm. Di lokasi ini kami dapatkan tanaman ganja dengan total 7,5 ton dan sudah siap panen,” ungkap Wayan.

Ladang kedua ditemukan di Desa Mesalee, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, berada di ketinggian 172 MDPL.

Ladang ini memiliki luas sekitar 1 hektare, dengan 9.500 batang pohon ganja yang tingginya berkisar antara 100 cm hingga 250 cm.

Baca Juga:  Viral! Emak-Emak Gerebek Lapak Diduga Tempat Nyabu di Labuhanbatu Utara

“Di ladang kedua kami temukan 9.500 batang pohon ganja, di sini juga ganja itu sudah siap panen, jika ditimbang ada 4,5 ton beratnya,” tambah Wayan.

Proses Pemusnahan

Menghadapi tantangan medan yang curam, BNN bersama unsur TNI dan Polri tetap berhasil mencapai lokasi dan melaksanakan proses pemusnahan di tempat.

Pemusnahan tanaman ganja dilakukan dengan cara dibakar langsung di lokasi guna mencegah potensi penyalahgunaan dan distribusi ilegal.

Selain pemusnahan fisik, BNN juga memperluas langkah pemberantasan dengan menelusuri jaringan yang diduga terlibat dalam budidaya tanaman terlarang ini.

“Ini adalah bentuk nyata dari upaya kami dalam memutus mata rantai peredaran narkotika. Kami juga berharap masyarakat turut berperan aktif dalam melaporkan kegiatan mencurigakan di lingkungan sekitar,” kata Wayan.

(ARI/NID/RAD)

Trending