Connect with us

Berita

Layangan Ganggu Operasional, Whoosh Perketat Pengawasan dengan 1.396 CCTV selama 24 Jam

PT KCIC tingkatkan pengamanan jalur kereta Whoosh usai terjadi gangguan operasional akibat layangan.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 28t155206.758
PT KCIC saat sosialisasi ke sekolah di dekat jalur kereta cepat Whoosh, Senin (28/4) | Gambar: MPN Indonesia/Arie

MPN Indonesia 28 April 2025 - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) meningkatkan langkah pengamanan jalur kereta cepat Whoosh setelah terjadinya gangguan operasional akibat benang layangan.

Sejak awal 2025, KCIC mencatat sebanyak 32 kejadian gangguan perjalanan kereta yang disebabkan oleh layangan yang tersangkut pada jaringan listrik aliran atas (LAA) dan pantograf kereta.

Gangguan Layangan Bisa Menyebabkan Kerusakan Listrik

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa menjelaskan bahwa gangguan akibat layangan berdampak langsung pada perjalanan kereta cepat Whoosh.

Menurut Eva, benang layangan yang melilit LAA atau pantograf dapat menyebabkan kerusakan pada sistem kelistrikan dan gangguan teknis lainnya.

“Gangguan ini membuat kereta harus mengurangi kecepatan bahkan berhenti sementara untuk proses evakuasi dan pemeriksaan jalur sebelum dinyatakan aman melanjutkan perjalanan,” kata Eva kepada MPN Indonesia, Senin (28/4).

“Tentunya hal ini dapat membahayakan perjalanan dan menggangu kenyamanan perjalanan seluruh penumpang Whoosh,” imbuhnya.

Dalam beberapa kasus, kerusakan akibat benang layangan ini mengharuskan KCIC melakukan perawatan intensif hingga penggantian komponen.

Upaya KCIC Tingkatkan Keamanan Jalur

Sebagai langkah preventif menghadapi peristiwa di daerah jalur kereta, KCIC menyiagakan 530 petugas pengamanan yang berjaga setiap 500 meter di sepanjang trase Whoosh.

Selain itu, 1.396 unit CCTV telah dipasang untuk mendukung sistem deteksi benda asing di jalur kereta cepat tersebut.

Semua fasilitas ini dioperasikan penuh selama 24 jam demi menjaga keselamatan perjalanan kereta.

KCIC juga aktif melakukan upaya pencegahan di tingkat masyarakat. Hingga kini, telah dilakukan 34 kegiatan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan permukiman warga di sekitar jalur kereta cepat.

Baca Juga:  Jatuh dari Sepeda, Paha Anak 10 Tahun di Jaktim Tertancap Gagang Rem

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap risiko bermain layangan di dekat jalur kereta.

Imbauan KCIC kepada Masyarakat

KCIC mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layangan di sekitar jalur. Area sejauh 500 meter dari sisi kiri dan kanan trase Whoosh wajib bebas dari aktivitas bermain layangan.

“Bermain layangan di dekat jalur Whoosh dapat membahayakan perjalanan kereta, merusak infrastruktur kelistrikan, dan mengganggu ribuan penumpang,” kata Eva.

“Seluruh pihak diimbau untuk mematuhi larangan bermain layangan dalam radius 500 meter dari jalur Whoosh dan ikut serta menciptakan lingkungan yang aman bagi transportasi masa depan Indonesia,” sambungnya.

(ARI/NID/RAD)

Trending