Connect with us

Berita

Kemendiktisaintek Akan Buka Program Magang Baru

Kemendiktisaintek tengah merancang Program Magang Berdampak sebagai pengganti Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB).

Logompn

Published

on

Kemendiktisaintek akan buka program magang baru
Program Magang Berdampak disiapkan untuk menggantikan MSIB. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 30 April 2025 - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengumumkan sedang mempersiapkan peluncuran sebuah program magang baru bernama Magang Berdampak. 

Program ini dirancang untuk menggantikan Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang sebelumnya menjadi bagian dari inisiatif Kampus Merdeka.

Pergantian Program MSIB

Program MSIB sempat tertunda setelah pergantian pimpinan kementerian pada awal 2025. Pada Januari 2025, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebelumnya, Satryo Soemantri Brodjonegoro, menyatakan bahwa program MSIB sedang dalam tahap peninjauan ulang. 

Menurutnya, keputusan kelanjutan program akan didasarkan pada evaluasi dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepuasan mahasiswa dan tempat magang.

Namun, Satryo Soemantri Brodjonegoro mengundurkan diri dari jabatannya pada pertengahan Februari 2025 dan posisinya digantikan oleh Prof Brian Yuliarto. 

Dalam pernyataannya pada Rabu (23/3) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Prof Brian Yuliarto menegaskan bahwa kegiatan magang tetap akan menjadi bagian dari kebijakan pendidikan, meskipun konsep dan pelaksanaannya tengah dievaluasi.

Tujuan dan Rancangan Magang Berdampak

Pelaksana Tugas Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendiktisaintek, Berry Juliandi, menyampaikan bahwa Program Magang Berdampak sedang dirancang untuk melanjutkan semangat MSIB dengan pendekatan yang lebih terfokus pada dampak praktis bagi mahasiswa.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara ‘Ngopi Bareng Kemendiktisaintek’ yang digelar di Gedung D Kompleks Kemendiktisaintek, Jakarta, pada Selasa (29/4).

“Ini bertujuan untuk menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia kerja,” ujar Berry Juliandi kepada awak media dalam acara ‘Ngopi Bareng Kemendiktisaintek’ di Gedung D Kompleks Kemendiktisaintek, Jakarta pada Selasa (29/4).

Berry Juliandi menyoroti adanya kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan keterampilan industri. Oleh karena itu, Magang Berdampak diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung di lapangan dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional.

Baca Juga:  Soal MK Minta SD-SMP Swasta Gratis, Kemendikdasmen: Belum Memungkinkan, Butuh Rp183,4 T

“Jadi program ini nanti akan menghubungkan mahasiswa dengan dunia industri, dan nanti dunia industri ini yang kita pilih adalah dunia industri atau perusahaan yang menjadi pelaku-pelaku utama dalam perekonomian Indonesia,” jelas Berry Juliandi.

Evaluasi Kebijakan Pendidikan dan Arah Baru

Kemendiktisaintek saat ini masih melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program magang, termasuk dari aspek bobot Satuan Kredit Semester (SKS). 

Menurut Prof Brian Yuliarto, konsep Kampus Merdeka tetap dijalankan, namun pendekatan terhadap perhitungan SKS sedang ditinjau ulang agar lebih fleksibel bagi mahasiswa dan perguruan tinggi.

“Kami sedang mengevaluasi kaitannya dengan jumlah SKS, untuk disebut sebagai Merdeka Belajar. Kami melihat, tidak harus SKS tertentu untuk disebut Merdeka Belajar,” ujar Prof Brian Yuliarto kepada wartawan di Sukoharjo, Jawa Tengah pada Rabu (23/3).

Meski belum ada tanggal pasti, mahasiswa kini menunggu pengumuman resmi peluncuran dan pembukaan pendaftaran Program Magang Berdampak. 

Pendaftaran MSIB yang biasa dibuka dua kali dalam setahun sebelumnya belum terlaksana pada 2025, sehingga banyak mahasiswa menanti program pengganti ini.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending