Connect with us

Internasional

Akibat Suhu Ekstrem, Lebih dari 80% Terumbu Karang Alami Pemutihan di Berbagai Negara

Lebih dari 80% terumbu karang di seluruh dunia mengalami pemutihan massal sejak awal 2023.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 04 30t155456.175
Perbandingan terumbu karang sehat vs terumbu karang yang memutih | Gambar: Great Barrier Reef Foundation

MPN Indonesia 30 April 2025 - Lebih dari 80% terumbu karang di seluruh dunia mengalami pemutihan massal sejak awal 2023 akibat suhu laut yang mencapai rekor tertinggi.

Dikutip MPN Indonesia dari The Guardian berdasarkan data dari lembaga pemantau terumbu karang milik AS, Coral Reef Watch, fenomena global ini mencakup terumbu karang di setidaknya 82 negara dan wilayah.

Pemanasan Laut jadi Dalangnya

Terumbu karang, yang dikenal sebagai hutan hujan laut karena mendukung sekitar sepertiga dari seluruh spesies laut dan sekitar satu miliar orang secara global, telah mengalami tekanan panas ekstrem yang meluas di Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia.

Paparan panas ini menyebabkan pemutihan dan kematian karang dalam jumlah besar.

Direktur Coral Reef Watch, Derek Manzello menyatakan bahwa pemanasan laut telah mencapai titik di mana tidak ada lagi tempat aman bagi terumbu karang, termasuk di wilayah yang sebelumnya dianggap sebagai tempat perlindungan panas seperti Raja Ampat dan Teluk Eilat.

“Fakta bahwa begitu banyak wilayah terumbu terdampak menunjukkan bahwa pemanasan laut telah mencapai tingkat di mana tidak ada lagi pelabuhan yang aman dari pemutihan karang dan dampaknya,” ujar Manzello.

Rekor Pemutihan

Selama peristiwa keempat pemutihan global ini, sekitar 84% terumbu karang mengalami paparan panas ekstrem, jauh lebih tinggi dibandingkan 68% pada peristiwa ketiga (2014–2017), 37% pada 2010, dan 21% pada peristiwa pertama tahun 1998.

Beberapa wilayah bahkan mengalami pemutihan dalam dua tahun berturut-turut, termasuk Great Barrier Reef di Australia, yang pada pekan lalu mengalami peristiwa pemutihan besar keenam dalam sembilan tahun terakhir.

Baca Juga:  Muazin Masjidil Haram, Syekh Ibrahim Al Madani Meninggal Dunia

Ningaloo Reef di Australia Barat dan kawasan warisan dunia iSimangaliso Wetland Park di Afrika Selatan juga mengalami tekanan panas laut tertinggi yang pernah tercatat.

Para ilmuwan melaporkan pemutihan juga terjadi di lepas pantai Madagaskar serta sepanjang pantai timur Afrika.

Kematian Karang dalam Skala Besar

Di banyak lokasi, pemutihan menyebabkan kematian karang dalam skala besar. Survei menunjukkan bahwa rata-rata satu dari lima karang di Florida hilang.

Di pantai Pasifik Meksiko, kerugian mencapai 50% hingga 93%, sedangkan di Kepulauan Chagos hampir seperempat karang mati akibat panas tahun lalu.

Di bagian utara Great Barrier Reef, para ilmuwan menggambarkan situasi sebagai “kuburan karang mati” setelah pemutihan pada awal 2024 yang mengakibatkan 40% kematian karang di satu wilayah selatan.

Kondisi ekstrem ini memaksa Coral Reef Watch menambahkan tiga level ancaman baru pada sistem peringatan global mereka untuk mencerminkan tekanan panas yang belum pernah terjadi sebelumnya.

(ADN/NID/RAD)

Trending