Internasional
Muazin Masjidil Haram, Syekh Ibrahim Al Madani Meninggal Dunia
Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani meninggal dunia setelah mengumandangkan azan Subuh.
MPN Indonesia 22 September 2026 - Muazin Masjidil Haram, Syekh Ibrahim Al Madani, meninggal dunia pada Senin dini hari (21/9) setelah sempat mengumandangkan azan Subuh pada hari yang sama.
Rekaman azan terakhirnya dibagikan oleh akun X Inside the Haramain beberapa jam sebelum kabar wafatnya diumumkan.
Salat jenazah dijadwalkan berlangsung setelah salat Asar di Masjidil Haram sebelum dimakamkan di Pemakaman Al Mualla Cemetery.
Informasi itu kemudian diikuti pemberitahuan mengenai pelaksanaan salat jenazah di Masjidil Haram.
Perjalanan Syekh Ibrahim menjadi Muazin
Syekh Ibrahim Al Madani lahir di Madinah pada 1976. Ia tumbuh dalam keluarga religius dan mendapat pengaruh dari kakeknya yang merupakan seorang penghafal Al-Qur’an.
Setelah menempuh pendidikan, ia memperoleh kualifikasi akademik di bidang Studi Al-Qur’an. Ketertarikannya terhadap azan mulai muncul sejak usia muda.
Pada usia 15 tahun, ia mulai mengumandangkan azan di sebuah masjid di lingkungan tempat tinggalnya di Madinah.
Setelah itu, ia bergantian bertugas sebagai muazin bersama tiga tetangganya hingga menyelesaikan pendidikan.
Ia kemudian menghentikan sementara aktivitas tersebut karena menjalankan pekerjaan sebagai pengajar di luar Madinah.
Setelah beberapa waktu, ia kembali memperoleh kesempatan mengumandangkan azan.
Diangkat menjadi Muazin Masjidil Haram
Sekitar 1428 Hijriah atau 2007–2008, Syekh Ibrahim kembali bertugas mengumandangkan azan di Masjid Al-Maddah.
Ia menjalankan tugas tersebut hingga mendapat kesempatan bertugas di Masjidil Haram.
Pada 1439 Hijriah atau sekitar 2017–2018, ia resmi diangkat sebagai muazin Masjidil Haram. Penugasan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
Latar belakangnya yang tumbuh di Madinah membuatnya dikenal dengan pengaruh tradisi azan khas Madinah.
Di sisi lain, ia juga mengenal gaya azan Makkah sejak kecil ketika beberapa kali berkunjung bersama ayahnya.
Dalam salah satu kunjungan tersebut, ia bertemu Syekh Abdul Latif Mulla, mantan muazin Masjidil Haram yang juga merupakan sahabat kakeknya.
Pertemuan itu memperkenalkan dirinya pada tradisi azan di Makkah.
(RAD/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
