Connect with us

Internasional

Usai Kebakaran Hutan, Israel Kini Diterjang Badai Pasir yang Ganggu Jarak Pandang

Israel dilanda badai pasir usai kebakaran hutan hebat. Bencana alam ini ganggu jarak pandang dan picu evakuasi di beberapa wilayah tengah dan selatan.

Logompn

Published

on

Usai kebakaran hutan, israel kini diterjang badai pasir yang ganggu jarak pandang
Israel Diterjang Badai Pasir. Gambar: Kolase Tangkapan Layar X/@AdameMedia

MPN Indonesia 2 Mei 2025 - Setelah dihantam kebakaran hutan besar-besaran, Israel kini harus menghadapi badai pasir yang melanda wilayah selatan negara itu pada Kamis (1/5).

Badai tersebut menyebabkan jarak pandang menurun drastis di kawasan Gurun Negev dan mempersulit aktivitas militer maupun warga sipil.

Fenomena cuaca ekstrem ini memperparah situasi bencana alam yang tengah melanda Israel, terutama setelah kebakaran hutan hebat yang menyebar di daerah antara Yerusalem dan Tel Aviv.

Badai Pasir Mengurangi Jarak Pandang di Israel Selatan

Badai pasir yang terjadi menyebabkan penurunan jarak pandang signifikan di berbagai wilayah selatan Israel, khususnya di Gurun Negev.

Sejumlah media menayangkan rekaman video yang memperlihatkan badai pasir besar melanda kota Beersheba.

Dalam video tersebut, kota gurun itu secara bertahap tertutup oleh awan debu besar, menandakan intensitas badai yang luar biasa.

Channel 12 menayangkan situasi darurat di pangkalan militer Shivta di Negev, di mana tentara mengalami kesulitan untuk menutup gerbang pangkalan akibat kekuatan angin yang dibawa badai pasir.

“Beginilah penampakan Shivta Base (Pangkalan Shivta) (di Negev) malam ini (Rabu 30 April) di tengah badai pasir yang tidak biasa,” ujar Channel 12, seperti dikutip MPN Indonesia dari Anadolu Agency pada Jumat (2/5).

Badai pasir tidak hanya mengganggu aktivitas militer, tetapi juga membatasi mobilitas warga sipil dan memperparah upaya penanggulangan kebakaran hutan yang masih berlangsung.

Kebakaran Hutan Besar Memaksa Evakuasi dan Membatalkan Perayaan Nasional

Sementara badai pasir melanda selatan, angin kencang memperburuk kebakaran hutan yang meluas di wilayah tengah Israel, terutama di antara kota Yerusalem dan Tel Aviv.

Baca Juga:  Polisi Tetapkan 72 Orang jadi Tersangka Karhutla di Berbagai Wilayah

Kebakaran tersebut telah membakar sekitar 10.000 dunum (2.500 hektar) lahan dan menyebabkan sembilan orang terluka.

Para petugas penyelamat melaporkan bahwa warga dari beberapa kota di Israel tengah telah dievakuasi sebagai tindakan pencegahan.

Komandan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Distrik Yerusalem, Shmulik Friedman, menyatakan bahwa kebakaran ini bisa jadi merupakan “kebakaran hutan terbesar dalam sejarah Israel,” menurut laporan Israeli Army Radio.

Situasi semakin serius ketika Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, mengumumkan keadaan darurat nasional pada hari yang sama.

Ia memerintahkan tentara untuk membantu tim pemadam kebakaran, khususnya di wilayah Jerusalem Hills (Perbukitan Yerusalem), dalam mengendalikan api yang meluas.

Dampak Sosial: Pembatalan Hari Kemerdekaan Israel

Sebagai dampak langsung dari kebakaran hutan yang belum terkendali, pemerintah Israel membatalkan seluruh perayaan Hari Kemerdekaan yang telah dijadwalkan.

Channel 12 melaporkan keputusan ini, mengingat risiko keselamatan yang tinggi akibat kondisi cuaca ekstrem dan ancaman kebakaran.

Hari Kemerdekaan Israel, yang memperingati berdirinya negara tersebut pada 1948, juga bertepatan dengan peringatan Nakba, yang menandai pemindahan massal warga Palestina selama periode kekerasan yang dilakukan oleh kelompok Zionis.

Upaya Penanggulangan dan Tantangan Berkelanjutan

Tim pemadam kebakaran terus berupaya mengendalikan api meskipun menghadapi tantangan besar berupa suhu tinggi dan angin kencang yang mempercepat penyebaran api.

Kombinasi badai pasir dan kebakaran hutan menunjukkan kompleksitas tantangan yang dihadapi Israel dalam menghadapi bencana alam beruntun.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending