Internasional
31 Orang Dikabarkan Tewas dalam Serangan India ke Pakistan
Serangan rudal India ke wilayah Pakistan tewaskan 31 orang. Ketegangan meningkat, dunia khawatir konflik meluas antara dua negara bersenjata nuklir.
MPN Indonesia 8 Mei 2025 - India melancarkan serangan rudal ke wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan dan Provinsi Punjab pada Rabu dini hari (7/5), yang menewaskan 31 orang dan melukai sedikitnya 57 lainnya.
Pemerintah India menyatakan serangan tersebut merupakan respons langsung atas serangan teroris di wilayah Kashmir yang dikuasai India pada (22/4), yang menewaskan 26 orang, sebagian besar wisatawan.
Ketegangan antara India dan Pakistan, dua negara yang memiliki senjata nuklir, meningkat tajam dan memunculkan kekhawatiran internasional terkait pelanggaran hukum internasional dan potensi kejahatan perang.
India Klaim Target Teroris, Sebut Serangan Proporsional
Pemerintah India menyebut operasi militer tersebut bertujuan menghancurkan kamp-kamp pelatihan teroris yang terafiliasi dengan kelompok militan Lashkar-e-Taiba dan Jaish-e-Mohammed.
“Tidak ada instalasi militer yang menjadi target, dan sampai saat ini tidak ada laporan korban sipil di Pakistan,” kata Kolonel Sofiya Qureshi dari Angkatan Darat India, dikutip MPN Indonesia melalui laman NBC News, pada Kamis (8/5).
Ia menambahkan, “Serangan udara ini diluncurkan untuk membalas serangan teror di Pahalgam dan demi keadilan bagi para korban dan keluarga mereka.”
Pernyataan serupa disampaikan oleh Sekretaris Luar Negeri India, Vikram Misri, yang menegaskan bahwa tindakan India merupakan bagian dari upaya untuk merespons dan mencegah teror lintas batas.
“Tindakan kami terukur, tidak memicu eskalasi, proporsional, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengatakan, “Kami hanya membunuh mereka yang membunuh orang-orang tak bersalah.”
Sementara Menteri Dalam Negeri Amit Shah menegaskan bahwa “Pemerintah Modi bertekad memberikan respons yang setimpal terhadap setiap serangan terhadap India dan rakyatnya.”
Pakistan Sebut Serangan Sebagai Agresi dan Targetkan Warga Sipil
Pemerintah Pakistan menyebut serangan India sebagai “serangan sepihak dan tidak beralasan” yang menyasar warga sipil.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif dalam pidatonya menyatakan, “Kami berjanji akan membalas setiap tetes darah para syuhada ini.”
Ia juga menyebut tindakan India sebagai “pengecut” dan memuji keberhasilan angkatan bersenjata Pakistan dalam menembak jatuh lima jet tempur India.
Dalam konferensi pers darurat, juru bicara militer Pakistan mengumumkan bahwa jumlah korban tewas meningkat menjadi 31 orang dan 57 lainnya luka-luka.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari, usai mengikuti salat jenazah korban di Islamabad, menyebut serangan India sebagai “tindakan pengecut yang akan dibalas dengan tindakan tegas.”
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menegaskan bahwa, “Kami berhak memberi otorisasi kepada angkatan bersenjata untuk mengambil tindakan yang sesuai, dan itu akan bersifat terukur, proporsional, dan bertanggung jawab.”
Ia menambahkan, “Ketika menyangkut kedaulatan, integritas wilayah, dan martabat bangsa, maka tidak ada harga yang bisa menggantikannya.”
Bentrokan di Perbatasan dan Pengungsian Warga
Setelah serangan udara, terjadi baku tembak intens di sepanjang Garis Kontrol (LoC).
Di wilayah Kashmir yang dikuasai India, sedikitnya 12 warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan artileri.
Di sisi Pakistan, lima orang dikabarkan tewas akibat tembakan balik.
Ribuan warga sipil di wilayah perbatasan mengungsi ke tempat aman.
“Kami telah mengalami kekerasan ini selama beberapa generasi,” kata Safeer Abdullah, warga Poonch, India.
“Setiap jam di sini terasa seperti yang terakhir,” lanjutnya.
Sementara itu, Abdullah Khan di sisi Pakistan menyebutkan, “Mortir mendarat di sekitar kami sejak tadi malam. Banyak yang berhasil mengungsi, tetapi kami belum menemukan kesempatan untuk melarikan diri.”
Reaksi Internasional terhadap Krisis
PBB dan sejumlah negara besar seperti AS, Inggris, China, Rusia, Iran, dan UEA menyerukan deeskalasi segera.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menegaskan, “Dunia tidak mampu menanggung konfrontasi militer antara India dan Pakistan,” dan menawarkan mediasi PBB.
Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy menyampaikan keprihatinan yang sama dan menyatakan bahwa Inggris siap membantu meredakan ketegangan.
Pemerintah Pakistan juga mengecam komunitas internasional yang dinilai lamban merespons.
“Tanggung jawab juga ada di pundak komunitas global karena dampak ekonomi negatif dari perang semacam ini akan melampaui batas negara,” kata Ishaq Dar.
Perseteruan Lama dan Isu Hukum Internasional
India menyatakan bahwa serangan tersebut diluncurkan setelah dua minggu berlalu sejak serangan teroris di Pahalgam tanpa adanya langkah konkret dari Pakistan terhadap infrastruktur terorisme.
Namun, Pakistan menolak tuduhan keterlibatan dalam serangan tersebut dan menyerukan penyelidikan independen.
“Kami menolak mentah-mentah tuduhan India yang tak berdasar,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Pakistan juga menyebut tindakan India sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan menuduh India telah melakukan kejahatan perang dengan menyerang wilayah sipil.
“Kami telah secara tegas menolak tuduhan India mengenai keberadaan kamp teroris di wilayah kami,” ujar Perdana Menteri Sharif.
Ia menyebut tuduhan tersebut tidak memiliki bukti dan menyatakan bahwa media internasional telah mengunjungi lokasi yang dimaksud.
Situasi di Kashmir yang telah lama menjadi sengketa kembali memanas, mengingat wilayah ini menjadi titik konflik sejak 1947 dan telah menyebabkan tiga perang besar antara India dan Pakistan.
Eskalasi terbaru ini menyoroti kembali potensi bahaya konflik militer di kawasan yang sangat sensitif ini.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
