Connect with us

Ekonomi

Tingkat Pengangguran di Jakarta Tembus 6,18%

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jakarta mencapai 6,18 persen pada Februari 2025.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 08t142238.367
Tingkat Pengangguran di Jakarta Tembus 6,18% | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 8 Mei 2025 - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jakarta mencapai 6,18 persen pada Februari 2025.

Data ini didapat dari laporan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (5/5).

Angka tersebut menempatkan Jakarta sebagai salah satu wilayah metropolitan dengan tingkat pengangguran tinggi di Indonesia, di bawah Jawa Barat yang mencatatkan 6,74 persen.

TPT Nasional

Secara nasional, TPT tercatat sebesar 4,76 persen pada Februari 2025, mengalami penurunan tipis sebesar 0,06 persen poin dibandingkan dengan Februari 2024.

Jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2025 tercatat sebanyak 7,28 juta orang, meningkat 0,08 juta ribu orang dibandingkan dengan Februari 2024.

Kenaikan jumlah pengangguran terjadi meskipun persentase TPT menurun. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya jumlah angkatan kerja yang naik tajam menjadi 153,05 juta orang, bertambah 3,67 juta dari tahun sebelumnya.

TPT Berdasarkan Jenis Kelamin dan Wilayah

BPS juga mencatat adanya perbedaan signifikan dalam tingkat pengangguran berdasarkan jenis kelamin dan wilayah tempat tinggal.

TPT laki-laki tercatat lebih tinggi, yaitu 4,98 persen, dibandingkan perempuan yang mencapai 4,41 persen.

Dari segi wilayah, pengangguran di kawasan perkotaan tercatat lebih tinggi yaitu 5,73 persen sedangkan di perdesaan hanya 3,33 persen.

Kelompok Usia Muda Hadapi Tekanan

Pengangguran tertinggi terjadi pada kelompok usia 15–24 tahun yang mencapai 16,16 persen. Angka ini jauh di atas kelompok usia produktif utama (25–59 tahun) yang hanya 3,04 persen dan usia 60 tahun ke atas dengan 1,67 persen.

Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS, Ali Said menyatakan kondisi ini mencerminkan kesulitan besar yang dihadapi generasi muda dalam memasuki pasar kerja.

Baca Juga:  Pemprov Jakarta Buka 1.000 Lowongan Petugas Damkar, Ayo Daftar!

Data BPS menunjukkan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki tingkat pengangguran tertinggi berdasarkan tingkat pendidikan, yaitu sebesar 8,00 persen.

Diikuti oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan 6,35 persen, dan lulusan perguruan tinggi (Diploma IV/S1/S2/S3) yang mencatat TPT sebesar 6,23 persen.

Sebaliknya, lulusan SD ke bawah mencatatkan tingkat pengangguran paling rendah, yakni 2,32 persen.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending