Connect with us

Internasional

Paus Leo XIV Resmi Terpilih sebagai Pemimpin Baru Gereja Katolik!

Robert Prevost terpilih sebagai Paus Leo XIV, paus pertama asal Amerika Serikat, menggantikan Paus Fransiskus usai Konklaf di Vatikan pada Jumat (9/5).

Logompn

Published

on

Paus leo xiv resmi terpilih sebagai pemimpin baru gereja katolik!
Paus Leo XIV Resmi Terpilih sebagai Pemimpin Baru Gereja Katolik! Gambar : Reuters/Guglielmo Mangiapane

MPN Indonesia 9 Mei 2025 - Paus Leo XIV resmi terpilih sebagai pemimpin baru Gereja Katolik pada Jumat (9/5), menggantikan Paus Fransiskus.

Pemilihan ini merupakan hasil Konklaf yang berlangsung selama sekitar 26 jam sejak Rabu malam (7/5) waktu Vatikan di Kapel Sistina.

Pemilihan dilakukan melalui sedikitnya empat kali pemungutan suara dan ditandai dengan munculnya asap putih dari cerobong Kapel Sistina serta dentang lonceng Basilika Santo Petrus.

Pengumuman resmi dilakukan oleh Cardinal Proto-Deacon dari balkon Basilika Santo Petrus.

“Annuntio vobis gaudium magnum, Habemus Papam! Robert Prevost. Paus Leo XIV!” demikian pernyataan Cardinal Proto-Deacon, seperti dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Vatican News, pada Jumat (9/5).

Nama yang diumumkan merujuk pada Robert Francis Prevost, yang menjadi Paus ke-267 dalam sejarah Gereja Katolik dan memilih nama Paus Leo XIV.

Momen ini disaksikan secara langsung melalui siaran kanal YouTube jaringan televisi EWTN dari Vatikan pada pukul 00.20 WIB.

Robert Prevost, yang kini bergelar Paus Leo XIV, menjadi tokoh dan figur publik penting dalam sejarah Gereja Katolik karena merupakan orang Amerika pertama yang menjabat sebagai paus dalam 2.000 tahun sejarah institusi tersebut.

Ia berusia 69 tahun dan sebelumnya menjabat sebagai Prefek Departemen Uskup serta Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin, dengan pengalaman pelayanan panjang di Peru.

Proses Pemilihan Paus dan Momen Pengesahan

Konklaf pemilihan paus dimulai setelah pintu Kapel Sistina ditutup pada Rabu malam (7/5) sekitar pukul 21.30 WIB.

Setelah tiga kali muncul asap hitam, yang menandakan belum tercapainya kesepakatan, pada pemungutan suara keempat akhirnya muncul asap putih. Tanda tersebut menjadi simbol bahwa Gereja Katolik telah berhasil memilih paus baru.

Baca Juga:  Dua Lipa Gugat Samsung Sekitar Rp260 Miliar usai Wajahnya Muncul di Kardus TV Tanpa Izin

Deklarasi resmi disampaikan dengan kalimat tradisional “Habemus Papam”, yang berarti “Kita Memiliki Paus”.

Umat yang menantikan hasil Konklaf di lapangan Basilika Santo Petrus menyambut pengumuman tersebut dengan sorak sorai.

Paus Leo XIV kemudian tampil di balkon dan memberikan berkat pertamanya sebagai paus, yakni berkat “Urbi et Orbi” atau “Untuk kota [Roma] dan untuk dunia”.

Latar Belakang dan Peran Sebelumnya

Sebelum terpilih menjadi paus, Robert Prevost dikenal luas dalam kalangan Gereja Katolik sebagai salah satu tokoh dan figur publik yang aktif.

Ia merupakan pemimpin senior di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus, menjabat sebagai Prefek Departemen Uskup serta Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin.

Pengalaman rohaninya diperoleh dari pengabdian panjang di Peru, tempat ia menjalankan misi pastoralnya selama bertahun-tahun.

Dengan nama kepausan Leo XIV, ia menjadi penerus nama dari para paus sebelumnya yang memilih nama Leo, termasuk Paus Leo XIII.

Nama tersebut memiliki makna historis dalam tradisi Gereja Katolik, menegaskan kesinambungan antara kepemimpinan baru dan warisan lama.

Sejarah dan Keunikan Konklaf

Menurut Catholic News Agency, pemilihan Paus Leo XIV memerlukan empat kali pemungutan suara selama dua hari.

Ini serupa dengan proses pemilihan Paus Benediktus XVI yang juga membutuhkan empat kali pemungutan suara dalam dua hari.

Sebagai perbandingan, Paus Fransiskus dipilih setelah lima kali pemungutan suara dalam dua hari, dan Paus Yohanes Paulus II memerlukan delapan kali pemungutan suara dalam tiga hari.

Konklaf yang baru saja selesai ini tercatat sebagai salah satu yang tercepat dalam sejarah Gereja Katolik modern, meskipun tidak lebih cepat dari pemilihan Paus Yohanes Paulus I pada 1978, yang selesai dalam waktu lebih singkat.

Baca Juga:  Mengenal Ray Dalio, Pendiri Bridgewater Associates yang Dikabarkan Gabung Danantara

Dengan terpilihnya Paus Leo XIV, Gereja Katolik global kini memiliki pemimpin baru yang berasal dari Amerika Serikat, sebuah pencapaian historis dalam struktur kepemimpinan keagamaan yang telah berjalan selama dua milenium.

(ADN/NID/RAD)

Trending