Connect with us

Lifestyle

Kapan Waktu Terbaik untuk Egg Freezing agar Peluang Hamil Tinggi?

Egg freezing kini dilirik perempuan Indonesia yang menunda kehamilan demi karier. Simak penjelasan dokter tentang waktu terbaik dan prosedurnya.

Logompn

Published

on

Kapan waktu terbaik untuk egg freezing agar peluang hamil tinggi
Waktu yang tepat untuk melakukan egg freezing. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 12 Mei 2025 - Seiring meningkatnya jumlah perempuan yang menunda kehamilan demi pendidikan atau karier, kekhawatiran terhadap penurunan kesuburan pun kian mencuat.

Untuk menjaga peluang kehamilan di masa depan, prosedur egg freezing atau pembekuan sel telur menjadi salah satu opsi yang semakin dilirik. 

Apa Itu Egg Freezing?

Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, dr Shanty Olivia Jasirwan dari RS Pondok Indah, Puri Indah, egg freezing adalah proses pembekuan sel telur dengan cara pengambilan, pemrosesan, dan penyimpanan sel telur wanita dalam suhu rendah atau kriopreservasi supaya dapat digunakan di masa depan untuk program kehamilan.

Waktu yang Tepat untuk Melakukan Program Egg Freezing

Menurut dr Shanty Olivia Jasirwan, waktu terbaik untuk melakukan egg freezing adalah sebelum usia 35 tahun.

“Idealnya dilakukan sebelum usia 35 tahun karena kualitas dan jumlah sel telur mulai menurun signifikan setelah usia 35 tahun,” jelas dr Shanty Olivia Jasirwan kepada MPN Indonesia melalui aplikasi perpesanan pada Sabtu (10/5).

Prosedur egg freezing sendiri melibatkan tahapan yang dimulai dari stimulasi ovarium selama 10–12 hari dengan suntikan hormon.

Setelah itu, dilakukan proses ovum pick-up di bawah pembiusan ringan. Sel telur yang diambil kemudian dibekukan menggunakan teknik vitrifikasi dan disimpan dalam suhu ultra-rendah di laboratorium.

Sel telur ini dapat disimpan dalam waktu yang sangat lama, bahkan seumur hidup, selama kondisinya stabil.

Gaya Hidup sebelum Melakukan Egg Freezing

Agar hasil egg freezing optimal, persiapan sebelum prosedur sangat penting. Dr Shanty menyarankan gaya hidup sehat minimal tiga bulan sebelum pengambilan sel telur.

Baca Juga:  Sabrina Chairunnisa Jalani Egg Freezing di New York: Aku Gak Nyangka Ini bakal jadi Kegiatan Harianku

Ini mencakup tidur cukup minimal tujuh jam per hari, olahraga rutin, menghindari rokok dan alkohol, konsumsi makanan bergizi serta tinggi antioksidan, serta menjaga keseimbangan emosional untuk menghindari stres berlebih.

“Tidur cukup, konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, serta hindari rokok dan alkohol — itu semua sangat membantu kualitas sel telur,” jelas dr Shanty.

Tren Peningkatan Egg Freezing

Meski tergolong baru, tren egg freezing di Indonesia mulai menunjukkan peningkatan, khususnya di kalangan perempuan urban dan profesional.

Banyak dari mereka yang belum siap menikah atau memiliki anak dalam waktu dekat, tetapi ingin tetap menjaga kemungkinan menjadi ibu di masa depan.

Namun demikian, akses dan kesadaran terhadap prosedur ini masih relatif rendah dibandingkan negara maju.

“Trennya di Indonesia mulai meningkat, terutama di kalangan perempuan urban, profesional, dan yang menunda pernikahan. Aksesnya masih terbatas dibandingkan di negara-negara maju lainnya,” ujar dr. Shanty.

Dengan semakin berkembangnya teknologi reproduksi, egg freezing tidak lagi terbatas pada kebutuhan medis.

Ia telah menjadi bagian dari perencanaan hidup dan keluarga yang memberikan kontrol lebih besar terhadap masa depan kesehatan reproduksi perempuan.

Namun, edukasi yang benar dan pemerataan akses tetap menjadi tantangan utama agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending