Connect with us

Lifestyle

Bagaimana Proses Egg Freezing Dilakukan dan Berapa Lama Bisa Bertahan?

Pembekuan sel telur atau egg freezing kini jadi salah satu solusi familiar dalam perencanaan keluarga modern.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 13t114803.843
Bagaimana Proses Egg Freezing Dilakukan dan Berapa Lama Bisa Bertahan? | Gambar: MPN Indonesia/Dinda via AI

MPN Indonesia 13 Mei 2025 - Prosedur pembekuan sel telur atau egg freezing kini menjadi salah satu solusi yang semakin relevan dalam perencanaan keluarga modern, khususnya bagi perempuan yang ingin menunda kehamilan.

Dengan kemajuan teknologi kriopreservasi, proses ini menjadi aman dan efektif untuk menjaga kesehatan reproduksi jangka panjang.

Teknik ini memungkinkan perempuan menyimpan sel telur dalam kondisi beku untuk digunakan di masa depan tanpa kehilangan peluang kehamilan.

Proses Egg Freezing

Menurut Dokter Spesialis Obgyn, dr. Shanty Olivia Jasirwan, Sp.OG, Subsp. FER, proses egg freezing dimulai dengan stimulasi ovarium menggunakan suntikan hormon selama 10 hingga 12 hari.

Setelah itu dilakukan prosedur pengambilan sel telur atau ovum pick-up di bawah pembiusan ringan.

“Kemudian nanti telurnya setelah dipanen itu akan dibekukan di laboratorium menggunakan teknik khusus namanya vitrifikasi,” jelas Shanty kepada MPN Indonesia.

Jumlah Sel Telur yang Diambil

Egg freezing atau pembekuan sel telur merupakan proses medis untuk mengambil, memproses, dan menyimpan sel telur perempuan dalam suhu rendah.

Tujuannya adalah agar sel telur tersebut tetap dalam kondisi optimal untuk digunakan dalam program kehamilan di masa mendatang.

Meskipun tidak ada patokan pasti mengenai jumlah sel telur yang harus diambil, menurut Shanty disarankan untuk mengumpulkan antara 10 hingga 20 sel telur guna meningkatkan peluang keberhasilan kehamilan.

“Patokan pasti tidak ada, tapi idealnya diambil 10 sampai 20 sel telur untuk meningkatkan peluang kehamilan di kemudian hari” ungkap Shanty.

Daya Tahan Sel Telur Beku

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah tentang berapa lama sel telur yang dibekukan bisa bertahan dan apakah kualitasnya tetap terjaga.

Baca Juga:  Lebih Cepat Lebih Baik! Yuk, Deteksi Dini Kanker Serviks

Teknologi vitrifikasi memungkinkan sel telur untuk disimpan dalam waktu sangat lama, bahkan seumur hidup, selama penyimpanannya tetap stabil.

“Pembekuan sel telur dengan suhu yang sangat rendah bisa dilakukan seumur hidup,” jelas Shanty.

Shanty menjelaskan bahwa kualitas sel telur yang dibekukan bergantung pada faktor usia saat sel telur ingin diambil.

“Faktor usia merupakan faktor penentu utama kualitas sel telur sebelum dibekukan,” katanya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending