Connect with us

Lifestyle

Konsumsi Matcha Berlebihan Bikin Menstruasi Tak Teratur, Benarkah?

Seorang farmasis memperingatkan konsumsi matcha berlebihan dapat mengganggu siklus menstruasi.

Logompn

Published

on

Konsumsi Matcha Berlebihan Bikin Menstruasi Tak Teratur, Benarkah
Konsumsi Matcha Berlebihan Bikin Menstruasi Tak Teratur, Benarkah. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 19 Maret 2026 - Seorang ahli farmasi bernama Syah memperingatkan bahwa konsumsi matcha secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi wanita.

Penjelasan ini disampaikannya melalui unggahan video di akun TikTok @syahfarmasi pada 7 Agustus 2025 silam.

Dalam video tersebut, Syah menyebut bahwa kandungan kafein tinggi dalam matcha bisa mengganggu keseimbangan hormon yang berperan penting dalam siklus menstruasi.

“Asupan berlebihan dapat mengganggu hormon wanita, sehingga menyebabkan menstruasi tidak teratur,” ujar Syah dalam video tersebut, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (19/3).

Punya Kafein Tinggi

Menurutnya, satu cangkir matcha mengandung sekitar 70 mg kafein, yang cukup tinggi dan berpotensi berdampak pada sistem hormon jika dikonsumsi secara rutin dalam jumlah besar.

Efek dari konsumsi berlebih matcha ini tidak hanya terbatas pada keterlambatan menstruasi, tetapi juga dapat memperburuk gejala pramenstruasi (PMS), seperti kram perut, sakit kepala, dan perubahan mood.

Oleh karena itu, Syah menyarankan agar wanita yang mengalami menstruasi tidak teratur mencoba menghindari konsumsi matcha untuk sementara guna memantau respons tubuh.

Meski Kaya Antioksidan, Konsumsi Matcha Tetap Perlu Dibatasi

Matcha, yang kini semakin populer terutama di kalangan wanita, dikenal sebagai minuman berbahan dasar bubuk teh hijau yang diseduh dengan teknik khusus.

Biasanya matcha disajikan bersama susu atau bahan tambahan lain untuk menciptakan cita rasa khas yang umami, pahit, namun juga manis.

Meskipun memiliki manfaat, seperti kandungan antioksidan tinggi dan L-theanine yang baik untuk kulit dan energi, matcha tetap mengandung kafein dalam kadar tinggi.

Kandungan inilah yang disebut oleh Syah dapat berdampak negatif jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama terhadap kesehatan reproduksi wanita.

Baca Juga:  Kapan Waktu Terbaik untuk Egg Freezing agar Peluang Hamil Tinggi?

Selain minuman, Syah juga menegaskan bahwa pembatasan konsumsi matcha sebaiknya tidak hanya dilakukan pada bentuk minuman, tetapi juga pada produk olahan lain seperti kue, dessert, es krim, dan makanan yang menjadikan matcha sebagai bahan utama.

Peringatan ini menyoroti pentingnya kesadaran terhadap dampak konsumsi kafein dalam produk sehari-hari terhadap kesehatan reproduksi.

Meskipun matcha memiliki banyak manfaat, penting untuk memperhatikan jumlah dan frekuensi konsumsinya agar tidak mengganggu fungsi hormonal, terutama bagi wanita yang sedang memantau siklus menstruasinya.

(ADN/NID/RAD)

Trending