Connect with us

Lifestyle

Program Egg Freezing Mulai jadi Tren di Indonesia

Tidak hanya untuk pasien medis, egg freezing kini diminati perempuan karier. Simak tahapan dan manfaat pembekuan sel telur sejak dini.

Logompn

Published

on

Program egg freezing
Program Egg Freezing menunjukkan adanya tren peningkatan di Indonesia. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 12 Mei 2025 - Egg freezing atau pembekuan sel telur kini semakin diterima oleh perempuan modern untuk menjaga kesehatan reproduksi dan merencanakan masa depan.

Prosedur ini mulai banyak dipilih oleh perempuan urban dan profesional di Indonesia yang belum siap membangun keluarga karena alasan karier, pendidikan, atau belum menemukan pasangan yang tepat.

Praktik egg freezing tidak lagi terbatas pada kebutuhan medis seperti penderita kanker yang akan menjalani kemoterapi.

“Indikasi egg freezing tidak hanya medis seperti pada penderita kanker yang akan menjalani kemoterapi, tapi juga sosial. Banyak perempuan yang belum ingin hamil karena karier, pendidikan, atau belum menemukan pasangan,” jelas dr Shanty Olivia Jasirwan kepada MPN Indonesia melalui aplikasi perpesanan pada Sabtu (10/5).

Kendati demikian, dr Shanty menegaskan bahwa kesadaran dan akses terhadap prosedur ini masih belum merata.

“Trennya mulai meningkat, tapi kesadaran dan aksesnya masih jauh tertinggal dibanding negara-negara maju,” ujarnya.

Prosedur dan Mekanisme Egg Freezing

Egg freezing adalah proses pengambilan, pemrosesan, dan penyimpanan sel telur dalam suhu sangat rendah agar dapat digunakan di masa depan untuk keperluan program kehamilan.

Prosedur ini diawali dengan stimulasi ovarium selama 10 hingga 12 hari menggunakan suntikan hormon.

Setelah itu dilakukan tahap pengambilan atau panen sel telur (ovum pick up) dengan pembiusan ringan.

Selanjutnya, sel telur dibekukan menggunakan teknik khusus bernama vitrifikasi dan disimpan di laboratorium. Pembekuan dapat berlangsung seumur hidup.

Menurut panduan medis, idealnya prosedur dilakukan sebelum usia 35 tahun karena kualitas dan jumlah sel telur akan mulai menurun signifikan setelah usia tersebut.

Baca Juga:  Cara Mencegah Amenore Sekunder: Panduan Praktis untuk Kesehatan Wanita

Meski tidak ada patokan pasti, umumnya disarankan pengambilan 10 hingga 20 sel telur untuk meningkatkan peluang kehamilan di masa mendatang.

Persiapan dan Kualitas Sel Telur

Persiapan gaya hidup sehat sangat dianjurkan sebelum menjalani egg freezing agar kualitas sel telur tetap optimal.

Hal ini mencakup tidur cukup minimal tujuh jam per hari, mengurangi stres, olahraga teratur, konsumsi nutrisi seimbang dan antioksidan, serta menghindari rokok dan alkohol.

Kualitas sel telur umumnya tetap baik jika proses pembekuan dilakukan dengan benar.

Namun, usia perempuan saat sel telur dibekukan tetap menjadi faktor utama yang menentukan kualitas.

Oleh karena itu, semakin dini tindakan ini dilakukan, semakin tinggi pula potensi keberhasilannya di kemudian hari.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending