Connect with us

Berita

TNI Buka Suara soal Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut yang Berujung Maut

Ledakan maut terjadi saat proses pemusnahan amunisi tak layak pakai di Kabupaten Garut.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 13t164531.342
Ilustrasi ledakan | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 13 Mei 2025 - Ledakan maut terjadi saat proses pemusnahan amunisi tak layak pakai di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut.

Akibat insiden ini, 13 orang orang dilaporkan tewas, termasuk empat personel TNI, Senin (12/5).

Insiden tersebut mendapat penjelasan resmi dari TNI Angkatan Darat (TNI AD), yang menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi militer yang digelar oleh Gudang Pusat Munisi III Pusat Peralatan TNI AD (Puspalad).

Kronologi Kejadian

Proses pemusnahan amunisi dimulai pukul 09.30 WIB dengan peledakan dua lubang sumur yang telah disiapkan sebelumnya.

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana, tahap awal berjalan sesuai prosedur dan dinyatakan aman.

“Pemusnahan dilakukan pukul 09.30 WIB, dengan prosedur standar. Amunisi afkir diledakkan di dua lubang sumur yang telah disiapkan. Peledakan utama berjalan aman dan sempurna,” ujar Wahyu dalam pernyataan resminya, dikutip MPN Indonesia pada Rabu (13/5).

Namun, tragedi terjadi saat tim melanjutkan ke lubang ketiga yang digunakan untuk menghancurkan sisa detonator dari peledakan sebelumnya.

Saat penyusunan amunisi aktif di lubang tersebut berlangsung, terjadi ledakan amunisi mendadak yang menewaskan 13 orang.

“Saat tim penyusun amunisi menyusun amunisi aktif yang tak layak pakai di lubang itu, tiba-tiba terjadi ledakan hingga akibatkan 13 orang meninggal dunia karena ledakan,” ungkap Wahyu.

TKP dalam Pengawasan TNI

Dari 13 korban jiwa, empat di antaranya adalah anggota TNI AD, termasuk Kolonel Cpl Antonius Hirmawan dan Mayor Cpl Anda Rohanda, sementara sembilan lainnya merupakan warga sipil.

Semua korban telah dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk, Garut, untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:  Viral! Anggota Damkar di Gunungkidul yang Pingsan di Lampu Merah Meninggal Dunia

Lokasi kejadian saat ini berada dalam pengawasan ketat aparat TNI karena masih terdapat potensi bahaya bahan peledak yang belum diamankan sepenuhnya.

Wahyu menambahkan bahwa sebelum ledakan amunisi terjadi, tim telah melakukan pemeriksaan lokasi dan personel, serta menyiapkan tiga lubang untuk peledakan.

Dua lubang pertama digunakan dalam pemusnahan amunisi awal dan dinyatakan aman.

Lubang ketiga disiapkan khusus untuk sisa detonator, dan ledakan terjadi saat penyusunan amunisi di lubang tersebut.

Wahyu juga menyatakan bahwa lokasi pemusnahan amunisi berada di area milik Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Garut.

“Lokasi disterilkan petugas khawatir masih ada beberapa bahan bahaya yang perlu diamankan. Soal penyebabnya masih dilakukan penyidikan oleh TNI AD, termasuk korban sipil,” jelasnya.

(ELG/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending