Berita
BMKG Ungkap Jakarta Bukan Wilayah Rawan Puting Beliung
BMKG pastikan Kalideres bukan daerah rawan puting beliung, angin kencang yang terjadi disebut sebagai downburst akibat awan Cumulonimbus.
MPN Indonesia 14 Mei 2025 - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa wilayah Kalideres, Jakarta Barat, bukan termasuk daerah rawan angin puting beliung.
Penegasan ini disampaikan Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, usai peristiwa angin kencang yang terjadi di Kalideres pada Minggu (11/5), sekitar pukul 14.05 WIB.
Menurutnya, bencana alam tersebut bukan puting beliung, melainkan downburst, yaitu angin kencang sesaat yang muncul akibat awan Cumulonimbus (Cb).
“Frekuensi kejadian puting beliung di Jakarta jauh lebih rendah dibandingkan wilayah lain seperti Jawa Barat atau Jawa Timur,” ujar Guswanto kepada MPN Indonesia dalam pesan singkat, Senin (12/5).
Perbedaan Downburst dan Puting Beliung
Guswanto menjelaskan bahwa karakteristik angin di Kalideres berbeda dengan puting beliung.
Downburst terjadi akibat udara dingin yang turun cepat dari dasar awan dan menyebar horizontal di permukaan bumi.
Sementara puting beliung memiliki pola pusaran angin yang sempit dan melingkar.
Kecepatan angin saat itu tercatat antara 27–46 km/jam, termasuk kategori sedang hingga kuat.
Data radar cuaca BMKG menunjukkan pertumbuhan awan Cb signifikan sejak pukul 13.50 WIB dengan reflektivitas lebih dari 50 dBZ.
“Kerusakan yang terjadi tidak menunjukkan jejak pusaran sempit khas puting beliung, tapi menyebar secara horizontal seperti ciri khas downburst,” jelas Guswanto.
Fenomena Lokal Saat Pancaroba
BMKG menegaskan bahwa cuaca ekstrem tersebut tidak berkaitan dengan fenomena global seperti El Niño atau La Niña.
Saat ini, kondisi ENSO netral, dan fenomena angin kencang lebih dipicu oleh dinamika cuaca lokal saat masa pancaroba.
Pada masa peralihan musim, atmosfer lebih labil, memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus yang menyebabkan hujan lebat, petir, dan angin kencang sesaat.
Peringatan Dini Sudah Diterbitkan
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tiga harian sejak 9–11 Mei untuk wilayah DKI Jakarta, termasuk Jakarta Barat, dengan status “Waspada” terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang.
Pada hari kejadian, peringatan diperbarui dua kali, yaitu pukul 13.10 WIB dan 14.30 WIB. Keduanya menyebut potensi cuaca ekstrem akibat pertumbuhan awan Cb yang cepat.
Jakarta Tak Rawan Puting Beliung
Selama periode 2020–2024, BMKG hanya mencatat satu kejadian puting beliung di wilayah DKI Jakarta.
Sebaliknya, ada 138 kejadian angin kencang yang didominasi fenomena seperti downburst.
Wilayah seperti Jawa Timur mencatat 731 kejadian angin kencang dalam periode yang sama, Jawa Tengah 507 kejadian, dan bahkan Aceh mencatat 235 kejadian.
“Kalideres tidak termasuk wilayah yang dikategorikan rawan puting beliung,” tegas Guswanto.
BMKG menyatakan bahwa sebagian besar angin kencang di Jakarta disebabkan oleh fenomena lokal dan bukan sistem sirkulasi besar seperti puting beliung.
Hal ini menjadi dasar bahwa risiko puting beliung di Jakarta tergolong rendah dibanding daerah lain di Indonesia.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
